Sekolah Terintegrasi Jadi Jembatan Anak Keluarga Menengah ke Bawah Naik Kelas

Menko PMK Pratikno dan Menko PM Muhaimin Iskandar menyampaikan rencana Presiden Prabowo membangun sekolah terintegrasi. - BPMI Setpres
Prabowo siapkan model pendidikan terpadu yang menyatukan SD hingga SMA dengan fasilitas lengkap di tiap kecamatan.

Presiden RI Prabowo Subianto menggagas pendirian sekolah terintegrasi bagi anak-anak dari keluarga menengah ke bawah. Program ini melengkapi Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat yang lebih dulu berjalan. Tujuannya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Bapak Presiden memerintahkan untuk mulai memikirkan sekolah terintegrasi, yang akan menampung anak-anak dari keluarga menengah ke bawah, terutama dari desil 3, 4, 5, dan 6,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, seusai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/11).

Bacaan Lainnya
Satu Kawasan untuk Semua Jenjang

Pratikno menjelaskan, sekolah terintegrasi akan dibangun di setiap kecamatan dengan menggabungkan jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK dalam satu kawasan. Fasilitasnya meliputi laboratorium, bengkel vokasional, pusat olahraga, serta sarana seni dan teknologi, menciptakan lingkungan belajar yang modern dan menyeluruh.

“Sekolah ini tidak hanya fokus pada sains dan teknologi, tapi juga mengembangkan seni dan olahraga. Jadi, dari STEM kita tingkatkan menjadi STEAMScience, Technology, Engineering, Art, Mathematics, dan Sport,” katanya.

Menyambung Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda

Model sekolah terintegrasi ini akan menjadi jembatan antara dua program pendidikan yang sudah berjalan. Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi keluarga prasejahtera di desil 1 dan 2, sedangkan Sekolah Garuda untuk siswa berprestasi.

“Kalau Sekolah Rakyat dikawal oleh Menteri Sosial dan Menko Penmas untuk desil 1 dan 2, dan Sekolah Unggul Garuda untuk siswa unggulan, maka sekolah terintegrasi ini adalah jembatan bagi keluarga menengah ke bawah agar bisa naik kelas,” jelas Pratikno.

Pendidikan untuk Semua

Ia menambahkan, konsep ini masih dalam tahap kajian oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Presiden, kata Pratikno, ingin memastikan sistem pendidikan nasional benar-benar inklusif dan merata, sehingga dapat menjadi alat pengentas kemiskinan.

“Presiden ingin setiap anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas dan kesempatan untuk berkembang,” tegasnya.***

Pos terkait