Desakan ke IAEA dan PBB
Rusia menegaskan bahwa PLTN Bushehr berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional serta termasuk dalam Perjanjian Pengamanan Komprehensif. Moskow mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan IAEA untuk mengambil sikap tegas guna mencegah serangan serupa di masa depan.
“Kami menuntut penghentian agresi tanpa provokasi, termasuk serangan terhadap infrastruktur energi nuklir Iran,” tegas pernyataan itu.
Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut Washington belum memberikan jaminan bahwa PLTN Bushehr tidak akan menjadi target serangan. Di sisi lain, Amerika Serikat di bawah Donald Trump meningkatkan tekanan dengan menuntut Iran mengakui kekalahan militer. Washington bahkan memperingatkan akan melancarkan serangan yang “lebih keras” jika Teheran menolak.
Namun Iran menolak proposal damai 15 poin yang diajukan AS, menyebutnya sebagai rencana yang tidak realistis dan menyesatkan.
Di lapangan, ketegangan juga meningkat. Iran dilaporkan memperkuat pertahanan di Pulau Kharg dengan sistem pertahanan udara dan pengerahan pasukan, mengantisipasi kemungkinan serangan darat AS.
Kebuntuan diplomatik ini menandai eskalasi baru dalam konflik, di tengah kekhawatiran global atas potensi meluasnya perang dan ancaman terhadap fasilitas nuklir di kawasan.





