Malaysia Terbitkan Kebijakan Baru untuk Tenaga Kerja Asing, Ekspat Mulai Kemasi Koper

Lanskap Kuala Lumpur, Malaysia. - Canva
Ekspatriat di Malaysia dihantui ketidakpastian, setelah pemerintah mengumumkan kenaikan gaji minimum hingga dua kali lipat dan pembatasan masa tinggal. Kebijakan ini memaksa mereka yang telah menetap lebih dari satu dekade—dengan rumah dan keluarga di negeri ini—mempertanyakan kembali apakah Malaysia masih pantas disebut rumah.

Bagi Sanjeet, konsultan bisnis asal India yang telah menghabiskan lebih dari satu dekade di Malaysia, negeri ini pernah terasa seperti rumah. Iklimnya bersahabat, masyarakatnya ramah, dan jalannya hidup terasa nyaman.

“Begitu saya melewati tanda lima tahun, Malaysia tampak seperti pilihan jangka panjang yang ideal. Orang terbiasa dengan apa yang ditawarkan Malaysia,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Kamis (26/3).

Namun kebijakan baru yang diumumkan pemerintah Malaysia secara tiba-tiba membuat rencana Sanjeet—dan ribuan ekspatriat lain—kini diragukan.

Bacaan Lainnya
Kebijakan yang Datang Tanpa Peringatan

Mulai Juni 2026, ambang batas gaji bulanan minimum untuk tiga kategori izin kerja akan dinaikkan drastis: dari 10.000 ringgit menjadi 20.000 ringgit (sekitar Rp72 juta), dari 5.000 menjadi 10.000 ringgit (sekitar Rp36 juta), dan dari 3.000 menjadi 5.000 ringgit (sekitar Rp18 juta).

Pengusaha juga hanya diizinkan mensponsori setiap pekerja asing maksimal lima hingga sepuluh tahun tergantung kategori visa, dengan kewajiban menyusun rencana rekrutmen talenta lokal setelah masa kerja pekerja asing berakhir.

“Yang mengejutkan adalah kebijakan ini muncul tiba-tiba. Ini menimbulkan keraguan untuk rencana jangka panjang seperti membeli rumah atau mobil di sini,” kata Sanjeet.

“Rumah yang Baru Saya Beli Kini Mengambang”

Thomas Mead, pekerja asal Inggris yang telah bekerja di Malaysia sejak 2022, merasakan guncangan yang sama. 

Ia jatuh cinta dengan budaya dan makanan Malaysia sejak masih mahasiswa, lalu kembali untuk bekerja dan baru saja membeli properti di Kuala Lumpur dengan rencana menetap.

“Selalu ada aturan yang berlaku, termasuk persyaratan gaji minimum. Namun lompatan dari 10.000 ringgit menjadi 20.000 ringgit cukup mengejutkan,” ujar Mead, 28 tahun, yang bekerja sebagai manajer kekayaan.

Pos terkait