Dedolarisasi tidak cukup dibangun dengan pidato tentang kedaulatan moneter. Ia membutuhkan pasar yang murah, dalam, dan dapat dipercaya.
Kesepakatan Indonesia–Hong Kong baru membuka pintu. Belum ada jaminan banyak orang akan melewatinya.
Namun, pintu itu tetap penting.
Sebab dominasi mata uang tidak runtuh dalam satu malam. Ia terkikis ketika pelaku usaha menemukan jalur lain yang lebih murah, lebih cepat, dan lebih masuk akal.
Rupiah belum menantang dolar di panggung dunia. Tetapi melalui Hong Kong, Indonesia mulai memastikan bahwa setiap transaksi tidak selalu harus meminta izin kepada mata uang Amerika.***





