RoboGo, inovasi robot buatan mahasiswa ITS, hadir untuk mendeteksi sumbatan gorong-gorong. Diharapkan teknologi ini bisa jadi solusi banjir perkotaan saat musim hujan.
__________
Setiap musim hujan, cerita lama terus berulang: gorong-gorong tersumbat, air meluap, dan banjir pun merendam jalanan. Dari keresahan itulah, tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan RoboGo, robot kecil dengan misi besar—membantu kota melawan banjir.
“Dengan adanya RoboGo ini, diharapkan bisa menemukan lokasi titik sumbatan itu lebih cepat,” kata Zhafarullah Ahmad, salah satu pencipta RoboGo, Rabu (10/9).
Bersama dua rekannya, Rezky Dwi Santika dan Rigel Ramadhani Waloni, Ahmad merancang robot ini dalam proyek mata kuliah Telematika.
Robot Kecil, Tugas Besar
Gorong-gorong dikenal gelap, sempit, dan berbahaya jika dicek manual. RoboGo hadir untuk mengambil alih peran itu.
Bentuknya didesain menyesuaikan lorong panjang yang tertutup, lengkap dengan kamera dan lampu LED agar operator bisa memantau kondisi gorong-gorong secara real-time lewat aplikasi.
Robot ini juga kedap air dan dibekali sensor ultrasonik obstacle detection yang bisa membaca posisi dan jarak hambatan di depannya. “Kita juga bisa tahu kecepatan, arah, dan titik posisi robot itu ada di mana dari posisi awal diterjunkan,” jelas Ahmad.
Ditenagai baterai 6.000 mAH, RoboGo mampu bertugas selama 5–6 jam tanpa henti. Kapasitas ini cukup untuk menyusuri saluran panjang yang biasanya mustahil dijangkau manusia.
Harapan Besar di Balik Prototipe
RoboGo sempat dipamerkan di ajang Computer Engineering Expo 2025 di ITS, dan langsung menarik perhatian. Meski masih berupa prototipe, tim berharap inovasi ini bisa terus disempurnakan, terutama soal ketahanan dan sistem penggeraknya.
Jika nanti siap dipakai secara luas, RoboGo bisa jadi kawan baru bagi petugas kota dalam menjaga saluran air tetap bersih—dan lebih penting lagi, jadi tameng kecil yang mencegah banjir besar.***





