Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan anggaran Rp2,5 miliar untuk memperbaiki sejumlah fasilitas umum yang rusak akibat aksi massa pada akhir Agustus lalu. Dana tersebut akan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
__________
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan fasum yang rusak antara lain pot bunga, kursi, kamera CCTV, tempat sampah, hingga bola-bola beton di area pedestrian.
“Total yang akan kita keluarkan dari APBD kita, untuk perbaikan sekitar Rp2,5 miliar. Itu untuk fasum milik pemkot, seperti pot, troli sampah, tempat sampah di pinggir jalan, bola-bola, dan CCTV,” kata Eri, Rabu (10/9).
Eri menjelaskan, total kerugian fasum akibat aksi massa mencapai Rp4 miliar. Dari jumlah itu, sebagian diperbaiki oleh Pemkot Surabaya, sementara sisanya ditangani oleh pihak swasta atau stakeholder.
“Total kerugian Rp4 miliaran. Ada yang memang dikerjakan oleh pemerintah kota, ada yang dari swasta. Ada stakeholder yang bilang, ‘Pak, sudah saya bangun, karena itu tempat saya dan usaha saya di sana’, jadi mereka yang membangun,” ungkapnya.
Menurut Eri, kerugian tahun ini lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, ia mengapresiasi kepedulian berbagai pihak yang ikut memperbaiki fasum di Kota Pahlawan.
“Saya matur nuwun kepada seluruh pihak yang membantu. Kemarin, kita sudah mau cover, tapi mereka sudah menyampaikan siap membangun. Ini yang bikin saya bangga dengan orang Surabaya,” ujarnya.
Selain fasum, Eri juga menyinggung kerusakan bangunan cagar budaya Polsek Tegalsari. Untuk perbaikannya, Pemkot Surabaya masih berkoordinasi dengan Polrestabes Surabaya.
“Kantor Polsek Tegalsari ini, Pak Kapolres bilang ke saya akan dibangun lagi, karena perlu izin cagar budaya. Berarti memang sudah ada anggaran untuk pembangunan itu, makanya kita akan koordinasikan lagi,” pungkasnya.***





