Ramadan, Bulan ketika Indonesia Berdialog dengan Al-Qur’an

Mendikdasmen
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof Dr Abdul Mu’ti. - Humas Unair

Dengan cara itu, Al-Qur’an tak hanya dibaca, tapi juga dihayati dan digerakkan dalam tindakan sehari-hari.

“Kita tidak boleh berhenti hanya pada membaca. Kita perlu berdialog dengan Al-Qur’an melalui tadabbur agar pesan-pesannya benar-benar menancap di hati dan menggerakkan tindakan,” tandasnya.

Dialog yang Menancap di Hati

Di bulan yang riuh dengan lantunan ayat ini, pesan Mu’ti seperti pengingat yang halus namun tajam. Bahwa literasi sejati bukan sekadar memperbanyak bacaan, melainkan sejauh mana yang dibaca itu berbicara dalam hidup.

Bacaan Lainnya

Dan Ramadan, dengan segala tradisinya, adalah momentum tepat untuk memulai dialog yang lebih dalam itu. Indonesia, dengan kekhasan tradisinya, tengah menjalankan peran unik: menjadi ruang di mana agama tak hanya dipraktikkan, tapi juga dibudayakan.

Dan di tangan masyarakatnya sendiri, pesan-pesan langit itu terus dirawat—agar tak hanya sampai di bibir, tapi juga menancap di hati.

Pos terkait