Puting Beliung Terjang Juanda, BMKG Ingatkan Ancaman Masih Mengintai

Ilustrasi.
BMKG mengingatkan potensi puting beliung di Jawa Timur hingga akhir musim hujan.

Puting beliung menerjang kawasan Terminal 1 Bandara Internasional Juanda pada Kamis (8/1/2026). Peristiwa itu kembali mengingatkan kerentanan cuaca ekstrem di Jawa Timur selama musim hujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, fenomena tersebut dipicu pertumbuhan awan cumulonimbus berukuran besar yang mampu memicu perputaran angin berkecepatan tinggi, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.

Puting beliung berlangsung singkat

Prakirawan BMKG Juanda, Randy Irawadi, menjelaskan angin puting beliung di kawasan bandara berlangsung sekitar 10 menit. Meski singkat, intensitasnya cukup kuat dan berpotensi menimbulkan kerusakan.

Bacaan Lainnya

“Biasanya kita sebutkan hujan deras disertai angin kencang sebagai bentuk peringatan dini,” kata Randy, dikutip Sabtu (10/1/2026). Ia menegaskan, peringatan potensi cuaca ekstrem sebenarnya telah disampaikan sebelum kejadian.

Potensi masih terbuka di Jawa Timur

Menurut Randy, secara ilmiah angin puting beliung jarang melintasi lokasi yang sama lebih dari satu kali. Namun, hal itu tidak berarti ancaman telah berakhir.

“Lokasinya tidak hanya di bandara saja. Hampir di seluruh wilayah Jawa Timur masih berpotensi dilanda angin puting beliung hingga akhir musim penghujan,” ujarnya.

BMKG menilai dinamika atmosfer di Jawa Timur masih mendukung pembentukan awan cumulonimbus, terutama pada siang hingga sore hari.

Kenali tanda dan langkah aman

BMKG mengimbau masyarakat mengenali tanda awal puting beliung, salah satunya kemunculan awan cumulonimbus yang disertai perputaran angin. “Biasanya perputaran angin bisa dilihat dari atas atau dari bawah, itu sudah kelihatan,” kata Randy.

Warga diminta segera menjauhi lintasan angin jika melihat tanda tersebut. Hindari berlindung di bangunan tidak kokoh, seperti dinding rapuh atau atap seng, serta menjauhi pohon besar yang kondisinya sudah tidak baik.

BMKG mencatat kecepatan angin puting beliung dapat mencapai 50 knot atau sekitar 90 kilometer per jam. “Kecepatan itu bisa merobohkan atau mengangkat atap-atap yang tidak permanen,” ujar Randy.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengingatkan masyarakat untuk rutin memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG selama musim hujan masih berlangsung.***

Pos terkait