PSSI Tunjuk Jordi Cruyff Sebagai Penasihat Teknis

Jordi Cruyff akan menjadi penasihat teknis bagi PSSI dalam mengembangkan sepak bola Indonesia. Foto:PSSI
Angin segar berembus dari Gedung PSSI di Jakarta. Jordi Cruyff, sosok yang namanya melekat erat dengan tradisi sepak bola dunia, resmi ditunjuk sebagai Penasihat Teknis PSSI. Langkah ini bukan sekadar penunjukan, melainkan pernyataan bahwa Indonesia serius memperbaiki peta sepak bola nasional.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengumumkan kabar tersebut dengan nada optimistis. “Dengan bangga kami menyambut Jordi Cruyff sebagai Penasihat Teknis PSSI yang baru,” ujar Erick melansir laman PSSI, Selasa, 25 Februari 2025.

Erick menambahkan, kehadiran Cruyff, yang direkomendasikan oleh Patrick Kluivert, Kepala Pelatih Timnas Putra Senior Indonesia, adalah berkah yang tidak datang setiap hari. “Terus terang, mendatangkan sosok dengan kualitas seperti Jordi itu tidak mudah. Ini harus sangat diapresiasi.”

Nama Jordi Cruyff bukan sembarang nama. Putra dari legenda sepak bola Johan Cruyff ini lahir di Amsterdam pada 9 Februari 1974. Karier sepak bolanya dimulai di Ajax dan Barcelona, dua klub yang dikenal sebagai kawah candradimuka talenta dunia. Sebagai pemain, ia sempat membela Manchester United (1996–2000), Celta Vigo, Alavés, Espanyol, hingga Metalurh Donetsk.

Bacaan Lainnya

Namun, pesona Cruyff tak hanya terpancar di lapangan. Setelah gantung sepatu, ia menjelma menjadi sosok yang piawai di balik layar. Kariernya sebagai Direktur Olahraga Maccabi Tel Aviv (2012–2017), pelatih interim di klub yang sama, hingga menjabat sebagai Penasihat Strategis dan Direktur Olahraga di FC Barcelona (2021–2023) menegaskan kapabilitasnya dalam membangun sistem sepak bola yang berkelanjutan.

“Saya sangat bersemangat,” ujar Jordi Cruyff dalam pernyataan resminya. “Talenta di Indonesia sudah ada. Dengan struktur yang baik dan dukungan yang tepat, kita bisa mencapai mimpi yang hebat di panggung dunia.”

Peran Cruyff di PSSI bukan sekadar seremonial. Ia akan bekerja bersama Direktur Teknik yang akan ditunjuk kemudian, menyusun metodologi pelatihan, mengembangkan program grassroots, memetakan jenjang karier pemain elit, hingga membangun sistem teknis sepak bola Indonesia secara menyeluruh.

Pos terkait