Profil Yahya Sinwar, Pemimpin Hamas yang Diklaim Tewas Akibat Drone Israel

Yahya Sinwar, pemimpin Hamas yang dianggap mendalangi serangan mematikan terhadap Israel pada Oktober 2023, kini dilaporkan tewas dalam sebuah serangan drone tentara Israel, Rabu (16/10).

Yahya Sinwar adalah salah satu tokoh paling berpengaruh di dalam Hamas, kelompok yang berkuasa di Gaza.

Lahir pada tahun 1962 di kamp pengungsi Khan Younis di Gaza, Sinwar tumbuh di tengah konflik yang berkepanjangan antara Israel dan Palestina.

Ia dikenal sebagai salah satu pendiri Hamas dan terlibat aktif sejak organisasi tersebut dibentuk pada akhir 1980-an.

Bacaan Lainnya

Sinwar mendapatkan reputasi sebagai pemimpin militer yang kejam, terutama dalam mengelola Hamas secara internal.

Ia memimpin badan keamanan kelompok yang dikenal sebagai Majd, yang bertanggung jawab atas eliminasi para informan Israel.

Kekejamannya dalam menumpas kolaborator membuatnya mendapat julukan “Penjagal dari Khan Younis.”

Pada akhir 1980-an, Sinwar ditangkap oleh Israel. Dia dijatuhi hukuman seumur hidup atas perannya dalam berbagai tindakan kekerasan, termasuk pembunuhan tentara Israel.

Namun, ia dibebaskan pada tahun 2011 dalam pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas. Saat itu,  lebih dari 1.000 tahanan Palestina dibebaskan sebagai imbalan untuk pembebasan seorang tentara Israel, Gilad Schalit.

Setelah kembali ke Gaza, Sinwar dengan cepat memantapkan posisinya di dalam Hamas.

Pada 2017, ia terpilih sebagai pemimpin biro politik Hamas di Gaza, menggantikan tokoh lama Ismail Haniyeh.

Di bawah kepemimpinannya, Hamas semakin memperkuat hubungan dengan Iran dan sekutunya, termasuk Hizbullah, sambil memperkuat sayap militernya.

Selain perannya sebagai pemimpin militer, Sinwar juga dikenal sebagai sosok yang karismatik di kalangan pendukungnya.

Ia tetap tinggal di Gaza, berbeda dengan beberapa pemimpin Hamas lainnya yang lebih memilih hidup di pengasingan.

Meski demikian, ia juga ditakuti oleh rakyat Gaza karena cengkeramannya yang kuat atas wilayah tersebut, di mana perbedaan pendapat jarang ditoleransi.

Klaim tentang kematiannya dalam serangan Israel beberapa kali muncul di media, terutama selama konflik yang berkepanjangan antara Israel dan Hamas.

Pos terkait