Prediksi-Prediksi Sukarno yang Terbukti (1): Prediksi Tahun Kemerdekaan Indonesia melalui Naskah Tonil dan Perang Asia-Pasifik

Perang Pasifik

Selain “meramalkan” tahun kemerdekaan Bangsa Indonesia, Bung Karno juga dipercaya telah memprediksi bakal terjadinya pergolakan besar di kawasan Asia Pasifik. Prediksi tersebut muncul setelah dia mendapatkan ilham ketika membaca sebuah novel The Great Pacific War (1925), karya Hector Charles Bywater.

Bacaan Lainnya

Bywater lahir pada 1884 dan meninggal pada 1940. Wartawan perang yang menggeluti bidang angkatan laut ini memulai debutnya sebagai jurnalis di harian The New York Herald di usia 19 tahun. Dia pernah meliput perang Jepang-Rusia yang meletus pada 1904, yang akhirnya dimenangkan Jepang pada 1905.

Sebelum menerbitkan The Great Pacific War, Bywater bekerja di London sebagai analis data dan dokumen yang ada di Angkatan Laut Kerajaan Inggris. Juga sebagai koresponden Harian The London Daily Telegraph.

Novel The Great Pacific War terbit 16 tahun sebelum Perang Asia Timur Raya meletus—jika berpatokan sejak Jepang menyerang Pearl Harbour, Hawai, pada Desember 1941. Bung Karno membaca karya Bywater ini pada 1927, saat berusia 25 tahun.

The Great Pacific War mengisahkan simulasi mengenai kemungkinan pecah perang antara Amerika dan Jepang dangambaran rinci serangkaian kegiatan yang mendorong terkondisinya Perang Pasifik.

Sejarah akhirnya membuktikan jika imajinasi Bywater itu akurat. Dan sejak 1925, Bung Karno meyakini kebenaran imajinasi Bywater tersebut. Maka dari itulah, dalam berbagai kesempatan, Bung Karno mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa ketika imperialisme Barat berperang dengan Jepang di kawasan Pasifik, saat itulah Indonesia akan menyatakan diri sebagai bangsa yang merdeka.

Perang Pasifik. (Dok. Istimewa)

Bung Karno, yang terlatih membaca gejala-gejala sosial maupun alam secara intuitif, sepertinya menyimpulkan bahwa Bywater—yang sejatinya merupakan wartawan perang ketimbang novelis—bermaksud menyampaikan sebuah informasi intelijen klasifikasi A-1 yang disamarkan melalui novel.

Terkait prediksi ini, Roso Daras, penulis buku Total Bung Karno: Serpihan Sejarah yang Tercecer Jilid 1& 2, mengungkapkan, “Apa mau dikata, Sukarno sendiri tidak terlalu mengggubris orang menilainya apa. Termasuk ketika Cindy Adams menanyakan hal itu. Sukarno bahkan menjawab, ia akan tahu perang Asia Timur Raya itu karena dia penyuka sejarah. Orang yang suka sejarah, tidak akan berdiri dalam vakum. Dari belajar sejarah itu pula, Sukarno tahu, bahwa klimaks politik dunia ketika itu akan berujung pada perang besar.”[…bersambung…]

(Wijdan | Diolah dari Berbagai Sumber)

Pos terkait