Pramono Gratiskan Transportasi Umum untuk 15 Golongan, Lima Trayek Baru Disiapkan

Gubernur DK Jakarta Pramono Anung menggratiskan angkutan umum kepada 15 golongan. Foto:Pemprov Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo resmi merealisasikan janji kampanye Pilkada 2024 dengan menggratiskan transportasi umum di Jakarta untuk 15 golongan masyarakat. Kebijakan ini diresmikan dalam acara pencanangan integrasi transportasi publik di Gedung Transport Hub MRT Jakarta-Dukuh Atas, Rabu, 7 Mei 2025.

__________

“Secara khusus hari ini saya mencanangkan pembebasan tarif bagi 15 golongan. Ini bukan hanya untuk Transjakarta, MRT, atau LRT saja, tapi juga Transjabodetabek,” kata Pramono dalam sambutannya.

Sebagai simbol dimulainya transportasi gratis Jakarta 2025, Pramono menyerahkan langsung kartu layanan kepada perwakilan tiap golongan penerima manfaat. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan lima trayek baru Transjabodetabek 2025, menyusul trayek Alam Sutera–Blok M yang mendapat respons positif.

Bacaan Lainnya

“Saya sudah perintahkan Kepala Dinas Perhubungan untuk membuka lima trayek baru. Target kita jelas: kemacetan berkurang, masyarakat beralih ke transportasi umum,” ujar dilansir dari keterangan resmi Pemprov Jakarta.

Adapun 15 golongan gratis MRT Jakarta dan transportasi umum lainnya mencakup: ASN dan pensiunan Pemprov DKI, tenaga kontrak, siswa penerima KJP, karyawan bergaji UMR melalui Bank DKI, penghuni Rusunawa, kader PKK, warga ber-KTP Kepulauan Seribu, penerima raskin se-Jabodetabek, anggota TNI-Polri, veteran RI, penyandang disabilitas, lansia di atas 60 tahun, marbut, pendidik PAUD, serta petugas jumantik.

Pramono menegaskan bahwa saat ini belum ada rencana penambahan golongan penerima manfaat. Pemprov DKI, menurutnya, tengah fokus mengatasi lonjakan mobilitas harian sekitar 3,5 juta warga yang bekerja di Jakarta dari wilayah penyangga demi menekan kemacetan dan polusi.

“Kalau nanti ada ekspansi, itu bukan pada jumlah golongan penerima, tetapi pada jangkauan Transjakarta yang akan menjadi Transjabodetabek,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga mengapresiasi pembangunan Gedung Transport Hub Dukuh Atas yang selesai dalam waktu kurang dari satu tahun. Gedung multifungsi seluas 17.000 meter persegi ini dilengkapi 12 lantai, dua basement, dan terhubung langsung dengan layanan Transjakarta, LRT, MRT, serta KRL sebagai bentuk integrasi transportasi publik DKI.

Gedung yang masuk dalam konsep Kawasan Berorientasi Transit (KBT) ini mengusung tema “Kolaborasi Gerak”. Selain menjadi simpul transportasi, kawasan ini juga dirancang ramah bagi pejalan kaki, menyajikan pertunjukan musik Betawi oleh sahabat disabilitas, dan dilengkapi ruang terbuka hijau.

Dengan tingkat integrasi transportasi yang telah mencapai 91 persen, Pemprov DKI menargetkan penggunaan transportasi umum meningkat 5–10 persen tiap tahun. “Saya menargetkan tahun 2025, Jakarta bisa masuk peringkat 50 besar kota global,” pungkas Pramono. ***

Pos terkait