India melalui duta besarnya langsung meminta 500.000 ton. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pun menelepon Prabowo untuk mengucapkan terima kasih.
“Perintah saya: bantu semua,” ujar Prabowo.
PT Pupuk Indonesia memiliki kapasitas produksi urea 8,8 juta ton per tahun secara operasional, jauh melampaui kebutuhan domestik sekitar 6,4 juta ton. Harga urea global kini melonjak dari sekitar USD400 menjadi USD800 per ton — Indonesia tetap aman karena bahan baku gas dipenuhi dari dalam negeri.
Tak hanya pupuk, Prabowo menyebut sejumlah negara kini juga antre membeli beras dari Indonesia — buah dari kebijakan swasembada pangan yang dikejar sejak awal pemerintahannya.
“Bayangkan kalau kita tidak swasembada, kalau kita tidak buru-buru beresin masalah pertanian,” ucap Prabowo.
Di dalam negeri, harga pupuk bersubsidi justru diturunkan 20 persen, sementara volumenya ditambah 700.000 ton — langkah yang Prabowo sebut sebagai bukti bahwa kebijakan yang tepat bisa mengubah krisis global menjadi peluang.***





