
Bebas-Aktif Tetap Dijaga
Di tengah penguatan kerja sama itu, isu draf akses wilayah udara bagi pesawat militer AS ikut mencuat. Namun, pembahasan tersebut belum berujung pada keputusan final.
Kementerian Pertahanan RI, sebagaimana dikutip Reuters, menegaskan belum ada perjanjian yang mengikat dan seluruh proses tetap berlandaskan kedaulatan nasional.
Dua pertemuan ini menunjukkan Indonesia menjaga politik luar negeri bebas-aktif dengan memperluas kerja sama pada saat yang sama dengan dua kekuatan besar yang sedang bersaing.
Dari Rusia, Indonesia memperkuat kanal ekonomi dan energi. Dari AS, Jakarta menaikkan tingkat kemitraan pertahanan.***





