Prabowo dan Sjafrie Jalankan Poros Ganda

Prabowo bertemu Putin di Moskow, sementara Sjarie bertemu Hegseth di Washington. KOLASE ISTIMEWA
Prabowo bertemu Putin di Moskow, sementara Sjafrie menemui Pete Hegseth di Pentagon. Indonesia memperluas ruang gerak diplomasi tanpa masuk blok kekuatan besar.

Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menempuh dua jalur diplomasi strategis pada Senin, 13 April 2026. Prabowo bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, sedangkan Sjafrie bertemu Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Washington. 

Di Moskow, pertemuan Prabowo-Putin berfokus pada penguatan kemitraan strategis Indonesia-Rusia di tengah dinamika geopolitik global. Prabowo menegaskan ingin mempererat kerja sama, terutama di bidang ekonomi dan energi. 

Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Rusia, Senin, 13 April 2026. SETNEG

Putin, sebagaimana dikutip dari laman resmi Setneg, menyebut hubungan kedua negara terus berkembang sejak deklarasi kemitraan strategis tahun lalu. Ia menyoroti peluang kerja sama di sektor energi, antariksa, pertanian, industri, farmasi, dan pendidikan.

Bacaan Lainnya

“Antara lain, kita bicara mengenai kerja sama di bidang energi,” kata Putin, Presiden Rusia, dikutip halaman Setneg. 

Jalur Moskow dan Washington

Sementara itu di Pentagon, Sjafrie dan Hegseth sepakat menaikkan hubungan pertahanan bilateral menjadi Major Defense Cooperation Partnership atau MDCP. Kerangka ini diposisikan sebagai payung baru untuk memperdalam kerja sama pertahanan kedua negara. 

Dokumen pernyataan bersama menyebut tiga pilar utama MDCP, yakni modernisasi militer dan pembangunan kapasitas, pelatihan serta pendidikan militer profesional, dan latihan serta kerja sama operasional. Kedua pihak juga membuka peluang pengembangan teknologi pertahanan generasi berikutnya.

Hegseth juga menyebut Indonesia dan AS menyelesaikan lebih dari 170 latihan militer setiap tahun. Ia mengatakan kemitraan baru ini akan memperkuat interoperabilitas, modernisasi pertahanan, dan kerja sama latihan, termasuk penguatan latihan pasukan khusus. 

Pos terkait