Prabowo Bentuk Intelijen Keuangan di Kemenkeu, Upaya Kontrol Ketat APBN?

Menkeu Sri Mulyani bersalaman dengan Presiden Prabowo di sela rapat kabinet beberapa waktu lalu. Prabowo resmi membentuk intelijen keuangan di dalam Kemenkeu. (Instagram @smindrawati)
Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan dalam tubuh Kementerian Kementerian Keuangan. Upaya ketat kontrol APBN?

__________

Sebagai informasi, sebelumnya Kemenkeu telah memiliki dua badan intelijen, yakni Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) serta Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

Dengan dibentuknya badan baru tersebut, maka BPPK dan BKF melebur ke dalam Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan.

Bacaan Lainnya

Pembentukan badan baru ini tertuang dalam Pasal 7 Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 158/2024 tentang Kementerian Keuangan. Beleid ditandatangani Prabowo pada Selasa, 5 November 2024.

Dalam Pasal 52 Perpres 158/2024, diatur jika Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan bertanggung jawab kepada menteri keuangan dan akan dipimpin oleh kepala.

Selanjutnya, dalam Pasal 53 diatur mengenai tugas Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan, dijelaskan jika badan tersebut  menyelenggarakan pengembangan dan pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi, serta pengelolaan data, informasi, dan intelijen keuangan.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53, Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan menyelenggarakan sejumlah fungsi.

“Penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program pengembangan dan pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi, pengelolaan data, informasi, dan intelijen keuangan, serta transformasi digital dan manajemen perubahan,” demikian bunyi Pasal 54 poin a Perpres 158/2024.

Badan baru ini bakal memiliki sekretariat badan yang terdiri atas jabatan fungsional dan jabatan pelaksana, paling banyak enam pusat.

Prabowo juga membentuk Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, beserta Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan.

Fungsi Badan Intelijen Baru

Dalam pasal 54 disebutkan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53, Badan Teknologi, Informasi, dan Intelijen Keuangan menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

  1. Penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program pengembangan dan pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi, pengelolaan data, informasi, dan intelijen keuangan, serta transformasi digital dan manajemen perubahan
  2. Pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi, pengelolaan data, informasi, dan intelljen keuangan, serta transformasi digital dan manajemen perubahan
  3. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan atas pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi, pengelolaan data, informasi, dan intelijen keuangan, serta transformasi digital dan manajemen perubahan
  4. Pelaksanaan administrasi Badan
  5. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.

Sebagaimana diketahui, dalam pemerintahan kali ini, Kementerian Keuangan mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo. Dalam Kabinet Merah Putih yang dibentuk Presiden, Kemenkeu bertanggung jawab langsung kepada Kepala Negara, bukan kepada kementerian koordinator sebagaimana kementerian lainnya.

Beberapa pengamat menyebut jika langkah ini merupakan upaya Prabowo untuk mengontrol Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara ketat, untuk mendukung kelancaran pendanaan program-programnya.

Prabowo sendiri kerap mengingatkan jajaran menterinya agar menghemat APBN dengan mencoret berbagai kegiatan yang tidak ada urgensinya—salah satunya adalah kunjungan kerja ke luar negeri.***

Pos terkait