Bill Gates, mantan CEO Microsoft, mengatakan jika anak-anaknya tidak diizinkan memiliki ponsel sendiri hingga berusia 14 tahun. Beberapa ahli juga melakukan hal yang sama.
Gates mengaku jika anak-anaknya tidak diperbolehkan membawa ponsel di meja makan, tetapi boleh menggunakannya untuk mengerjakan pekerjaan rumah atau belajar.
“Kami menetapkan waktu (untuk bermain gadget), dan setelah waktu bermain gadget habis—dan dalam kasus mereka—itu membantu mereka tidur pada jam yang wajar,” ujar Gates, dikutip dari Mirror, Sabtu (9/11/2024).
Gates percaya bahwa menunda memberikan ponsel kepada anak-anak dapat membantu mereka lebih aktif mengembangkan keterampilan sosial dan akademis, tanpa distraksi dari gadget.
“Anda selalu melihat bagaimana waktu mereka dapat digunakan dengan cara yang hebat, mengerjakan pekerjaan rumah dan tetap berhubungan dengan teman-teman,” katanya.
James P. Steyer, kepala eksekutif Common Sense Media—sebuah organisasi nirlaba yang mengulas konten dan produk untuk keluarga—juga mengaku punya satu aturan ketat untuk anak-anaknya dalam penggunaan ponsel.
Mereka baru mulai mendapatkan ponsel pribadi mulai sekolah menengah. Itu pun jika anak-anaknya telah membuktikan bahwa mereka bisa menahan diri.
“Usia seorang anak tidak sepenting tanggung jawab atau tingkat kedewasaannya sendiri,” kata dia.
Sedangkan Zach Rausch, ilmuwan peneliti di Sekolah Bisnis Stern Universitas New York, sekaligus peneliti utama untuk buku terlaris New York Times karya Jonathon Haidt, The Anxious Generation, mengatakan, sangat penting untuk menjauhkan telepon pintar dari anak-anak praremaja.
“Kami menyarankan dalam buku tersebut untuk menunda penggunaan ponsel pintar di AS (Amerika Serikat) hingga sekolah menengah, yaitu sekitar usia 14 tahun,” kata Rausch, seperti dilansir CNBC Make It dalam sebuah wawancara, dikutip Sabtu (20/7/2024).
“Media sosial: kami sarankan untuk menundanya hingga usia 16 tahun. Jadi, sedikit lebih tua. Kemudian kami mengusulkan sekolah tanpa telepon seluler, minimal dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama di AS, namun idealnya juga hingga sekolah menengah atas,” imbuhnya.
Bagi Rausch, usia yang direkomendasikan untuk mulai punya ponsel adalah 14 tahun, dan 16 tahun untuk media sosial. Ada beberapa alasannya.
“Yang pertama adalah di Amerika Serikat, kami ingin menyingkirkan ponsel dari sekolah menengah, karena pada masa itu Anda berada di awal masa pubertas, saat Anda sangat sensitif dan tidak aman. Ini sudah masa yang sulit, kami tidak perlu menambahkan ponsel di sana,” jelasnya.
Sekolah Menengah Pertama biasanya mencakup kelas enam hingga delapan, atau anak-anak berusia antara 11 dan 14 tahun, yang pada dasarnya merupakan tahun-‘tahun praremaja yang ditakuti’.
Rausch mengatakan bahwa ini adalah “periode kerentanan tertinggi selama masa pubertas.” Menurut dia, anak di kelas tujuh, yang berusia sekitar 12 hingga 13 tahun, paling banyak mengalami perundungan dibanding kelas lainnya.
Karena itulah, menurutnya, menunda penggunaan telepon pintar sama halnya dengan mencegah meluasnya masalah tersebut.***





