Apa Itu Hari STEAM Internasional dan Kenapa Diperingati?

Althaf Naufal, siswa kelas V SD STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung, membuat robot crane dari kardus bertenaga hidrolik dari alat suntik kesehatan. (Dok. SD STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung)
Dunia pendidikan memiliki momen skala internasional yang diperingati tiap 8 November, yaitu Hari STEAM Internasional. Momen untuk memperingati pentingnya belajar sains dan teknologi, yang ternyata bisa dipelajari dengan cara menyenangkan.

STEAM adalah akronim dari Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics. Ialah model pembelajaran yang menggabungkan lima disiplin ilmu, yakni sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika.

Dengan model pembalajaran ini, peserta didik diharapkan bakal termotivasi untuk berpikir ‘tingkat tinggi’, meliputi pemecahan masalah, kerja sama, mandiri, kritis dan kreatif.

Pembelajaran STEAM dianggap sebagai model pembelajaran yang paling cocok dan relevan di abad 21.

Bacaan Lainnya

National STEM/STEAM Day sendiri diperingati secara internasional setiap 8 November.

Salah satu yang ikut merayakan Hari STEAM Internasional adalah Sekolah Dasar (SD) STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung. Sekolah ini menggelar acara peringatan dengan cara mengasyikkan pada Jum’at, 8 November 2024.

Kegiatan diramaikan beragam perlombaan, antara lain menggambar dan mewarnai teselasi—yaitu pola bentuk-bentuk geometris yang saling cocok secara sempurna pada suatu bidang; membuat kirigami atau seni melipat dan memotong kertas untuk menghasilkan desain tiga dimensi; dan merakit robotika sederhana.

Perlombaan diikuti 282 siswa kelas I – VI yang didampingi oleh 24 guru. Kegiatan digelar untuk memperkenalkan hubungan antara sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika dengan kehidupan nyata kepada anak-anak.

Siswa dan siswi sedang menggambar dan mewarnai teselasi serta membuat kirigami di masjid SD STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung. (Foto: IST/ Dok. Dokumentasi SD STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung)

“Siswa kelas rendah (kelas I – III) menjadi peserta lomba membuat dan mewarnai teselasi. Sementara untuk lomba pembuatan kirigami diikuti siswa kelas tinggi (IV – VI). Untuk lomba rakit robotika dari material sederhana diikuti peserta ekstrakurikuler robotika yang terdiri dari perwakilan kelas V – VI,” kata Kepala SD STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung, Fera Anggraini, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/11/2024).

Pos terkait