Prabowo Bakal Bangun Tiga Juta Rumah Setahun, Konglomerat Tak Boleh Garap Rumah di Desa

Pemerintahan Prabowo-Gibran berencana membangun tiga juta rumah dalam setahun. (Ilustrasi)

Sedangkan perusahaan China yang menyatakan minat ikut andil membangun satu juta unit hunian di perkotaan, kata Hashim, adalah salah satu perusahaan konstruksi terbesar di dunia, yaitu China State Construction Engineering Corporation.

“China State Construction Engineering Corporation, terbesar, karyawan 380.000, one of the big 10 companies, number 14 companies di Fortune, 500 di dunia, datang ke saya, 13 orang. Mereka sudah menyatakan sanggup. ‘Tahun lalu kami sudah bangun 880.000 unit apartemen, tahun lalu’. Dengan kata lain, kalau diminta, mereka bisa bikin seluruhnya satu juta (hunian),” bebernya.

Wacana Hapus PPN-BPHTB Pembelian Rumah

Adik kandung Prabowo Subianto ini juga menyebut bahwa Prabowo-Gibran juga punya wacana penghapusan sejumlah pajak pembelian rumah, seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Penerimaan Negara (PPN). Kata Hashim, pajak tersebut rencananya akan dihapus pada awal tahun Prabowo menjabat sebagai presiden.

Bacaan Lainnya

“Sudah kami bahas beberapa kali ada masukan-masukan dari Pak Nixon (Direktur Utama Bank Tabung Negara/BTN), Pak Bonny (anggota Satgas Perumahan). Kalau enggak salah, dari SMF dan lain-lain, agar PPN 11 persen dihapus untuk sementara waktu. Mungkin 1, 2, 3 tahun pertama kami hapus. Ini untuk mengurangi, ya, beban,” katanya.

Hashim juga mengklaim bakal menghapus BPHTB sebesar 5 persen untuk sementara waktu. Dengan demikian, total PPN dan BPHTB 16 persen dihapus untuk sementara waktu.

Rencana Pemerintahan Prabowo itu mendapat sambutan positif dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Menurut dia, program tersebut bagus untuk mengatasi permasalahan backlog atau kekurangan rumah yang saat ini mencapai 12,7 juta rumah.*

 

Pos terkait