Selebgram Palembang Disebut Terlibat
Salah satu tersangka yang dijerat terkait TPPU dalam kasus ini adalah seorang selebgram wanita asal Palembang berinisial APS. Dia diduga turut menikmati serta menyembunyikan aset milik suaminya, yang merupakan bandar narkoba yang terkait jaringan internasional Fredy. Suaminya kini tengah mendekam di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Nusa Kambangan.
“Dari pendalaman kita mengetahui bahwa diduga tersangka APS ini ikut menikmati hasil penjualan narkoba dari suaminya yang berinisial K,” ucap Kapolda Lampung Irjen Helmy Santika.
Menurut Helmy, APS juga dikenal sebagai ratu narkoba. Sejumlah barang bukti telah diamankan darinya, yaitu empat rumah; satu Alfamart ; dan 13 unit kendaraan roda empat berbagai jenis. “Beberapa perhiasan atau barang barang branded juga sudah kita lakukan penyitaan. Dan mungkin ini tidak akan berhenti sampai di sini,” ucap Helmy.
Aset yang disita dari APS hanyalah sebagian dari total aset yang berhasil diamankan Polri dalam pengungkapan Jaringan Fredy ini. Selama periode 2020-2023—selain total barang bukti narkoba senilai ada Rp10,5 triliun—ada barang bukti aset senilai miliaran rupiah yang berhasil disita polisi.
Misalnya, aset senilai Rp55,02 berupa sejumlah uang tunai, empat unit bangunan, 13 unit kendaraan, serta uang dalam sejumlah rekening. Lalu, ada aset senilai Rp 273,43 miliar, berupa delapan kendaraan; uang tunai serta saldo dalam rekening; aset Fredy di Thailand; serta 33 bidang tanah dan bangunan di berbagai wilayah Indonesia.
Sedangkan barang bukti narkoba yang berhasil disita berupa sabu seberat 10,2 ton—yang jika dirupiahkan nilainya mencapai Rp 10,2 triliun—serta 116.346 butir ekstasi, yang jika dirupiahkan mencapai Rp 63,99 miliar. Sebagian dari barang bukti ini telah dimusnahkan. Sementara itu, sebagian lainnya sedang dalam proses untuk dimusnahkan.
Soal si ‘bigbos’ Fredy Pratama, rupanya dia sudah buron sejak 2014. Polri memastikan akan terus mengejarnya. “Ya kita maksimalkan juga (proses penangkapannya). Ya mohon doa restunyalah. Kan posisi dia bukan di Indonesia, di luar negeri,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa.
Mukti menyebutkan, ada kemungkinan Fredy telah mengubah wajah serta identitasnya. Soal keberadaan Fredy, sempat ada informasi bahwa bandar kelas kakap ini berada di negara Thailand. Namun, Kepolisian Thailand menyebut buronan kasus narkoba itu sudah berpindah negara.
Kepolisian Thailand belum mau mengungkap temuan riwayat perjalanan Fredy itu kepada publik. “Fredy Pratama telah meninggalkan Thailand. Tujuannya telah diketahui, tetapi belum bisa disampaikan kepada pers karena hal itu harus dikoordinasikan dengan Indonesia lebih dahulu,” ucap Royal Thai Police Pol Maj Gen Phanthana Nutchanart.





