Bahan Etomidate dari Malaysia Diracik Jadi Vape di PIK

Barang bukti etomidate yang disita polisi dari apartemen di PIK. (Samudrafakta)

Polisi menangkap warga Singapura yang ditargetkan menghasilkan 500 cartridge per hari. Perekrut dan pasar yang dituju masih diselidiki.


Kepala Polresta Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Besar Wisnu Wardana mengatakan polisi membongkar tempat peracikan etomidate menjadi cartridge vape di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Jumat, 17 Juli 2026.

Penggerebekan yang dilakukan bersama Bea Cukai Soekarno-Hatta itu menangkap LHM alias Hayden, 34 tahun. Warga Singapura tersebut diduga berperan sebagai peracik atau “koki”.

“Untuk tersangka sementara kita amankan satu orang warga negara asing, yaitu dari Singapura, dengan ribuan barang bukti,” kata Wisnu.

Bacaan Lainnya

Petugas menemukan ribuan cartridge dan sejumlah peralatan peracikan menyerupai laboratorium mini. Polisi juga menyita botol kemasan, kompor, kardus cartridge, serta cairan etomidate yang belum selesai diproses.

Etomidate Disamarkan sebagai Sampo

Kasus ini bermula ketika Bea Cukai Soekarno-Hatta memeriksa paket kiriman dari Malaysia melalui perusahaan jasa titipan. Alamat penerimanya disebut tidak jelas.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang mengatakan petugas menemukan dua botol etomidate yang disamarkan dalam kemasan sampo.

Paket tersebut memiliki berat bruto sekitar 2.200 gram. Isi cairan etomidate di dalamnya diperkirakan mencapai dua liter.

Bea Cukai dan kepolisian kemudian melakukan pengiriman di bawah pengawasan untuk menelusuri tujuan akhir paket. Penelusuran itu membawa petugas ke sebuah rumah di PIK yang digunakan sebagai tempat produksi.

Menurut Hengky, jaringan tersebut memisahkan pengiriman bahan baku etomidate dan wadah cartridge. Seluruh komponen baru diracik dan dirangkai setelah tiba di Indonesia.

Dari dua liter bahan baku, polisi memperkirakan pelaku dapat menghasilkan sekitar 2.000 cartridge vape. LHM disebut mendapat target memproduksi 500 cartridge setiap hari.

Perekrut Masih Diburu

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ajun Komisaris Michael Kharisma Tandayu mengatakan LHM tiba di Indonesia pada 13 Juli 2026.

Setelah sempat menginap di hotel, LHM mengecek rumah yang kemudian dijadikan tempat produksi. Polisi menduga rumah tersebut disewa oleh warga Singapura lain yang merekrut LHM.

Kegiatan pengisian cairan ke cartridge disebut baru dimulai pada Kamis, 16 Juli 2026, sehari sebelum penggerebekan. Belum diketahui jumlah cartridge yang telah selesai diisi ataupun kemungkinan produk yang sudah diedarkan.

Polisi juga masih menelusuri pemasok bahan dari Malaysia, identitas perekrut, jalur pembayaran, serta pasar yang dituju. Produk itu belum dapat dipastikan akan diedarkan di Indonesia atau dikirim kembali ke luar negeri.

Etomidate merupakan obat anestesi intravena yang masuk Narkotika Golongan II nomor urut 90 berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

Penyidik belum mengumumkan nilai keseluruhan barang bukti maupun pasal yang disangkakan kepada LHM. Wisnu mengatakan penyelidikan masih dikembangkan untuk mengungkap orang lain yang terlibat.

“Rincian jaringan dan kemungkinan tersangka lain akan disampaikan dalam konferensi pers lanjutan,” kata Wisnu.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan