Limbah Pertanian Naik Kelas Menjadi Energi
Sejak 2022, PLN EPI telah membangun ekosistem biomassa bersama pemerintah daerah, kelompok tani, koperasi, BUMDes, dan pelaku usaha. Biomassa yang terkumpul sebelumnya dimanfaatkan sebagai bahan bakar co-firing PLTU, sedangkan pengembangan biohidrogen menjadi tahap lanjutan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Model ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani karena limbah pertanian yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual dapat menjadi komoditas energi.
Namun demikian, PLN EPI belum mengumumkan rincian kapasitas produksi biohidrogen, lokasi fasilitas komersial pertama, nilai investasi proyek, biaya produksi per kilogram hidrogen, maupun target waktu komersialisasi. Perusahaan juga belum menjelaskan berapa kebutuhan tongkol jagung yang diperlukan untuk menghasilkan biohidrogen dalam skala industri.
Kejelasan aspek tersebut akan menjadi faktor penting untuk menilai apakah biohidrogen benar-benar dapat bersaing secara ekonomi dengan hidrogen berbasis gas alam maupun hidrogen hijau berbasis elektrolisis.***





