Tarekat Shiddiqiyyah Juga Sudah Memulai
Prediksi bahwa pisang bakal menjadi bahan pangan pokok masa depan rupanya juga telah disadari oleh Tarekat Shiddiqiyyah yang berpusat di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pemimpin tarekat, KH. Moch. Muchtar Mu’thi, pernah menyerukan gerakan gemar menanam pisang sejak tahun 2012.
Program “Gerakan Gemar Menanam Pisang” bagi seluruh pengikut tarekat dan warga Shiddiqiyyah ini tertuang dalam dokumen “Seruan Menanam Pohon Pisang dari Syekh Muctarulloh Almujtaba untuk seluruh murid-muridnya (dan warga Shiddiqiyyah) kapan saja, di mana saja, dan dalam keadaan apa saja, pada tanggal 7 tahun 1433 H Rabu Pahing, 27 Juni tahun 2012 M.”
Berikut ini teks selengkapnya seruan tersebut, di mana redaksionalnya disesuaikan dengan selikung Samudra Fakta:
“Dengan izin Allah. Demikian itu ialah fadhlol yang besar.
Para murid Shiddiqiyyah yang sadar, ketahuilah bahwa pohon pisang itu adalah salah satu ayat Allah yang mengandung pelajaran yang sangat luas dan dalam.
-
Pohon Pisang itu terdiri dari puluhan ribu serat yang kecil, halus, dan lemah. Oleh karena terorganisir, satu-padu, maka ia wujud pohon pisang yang tegak, indah, megah.
-
Pohon Pisang itu, dari akarnya sampai pucuk daun-nya dari bunganya sampai buahnya mengandung manfaat yang besar.
-
Pohon Pisang itu, sebelum ia berbunga dan berbuah, telah siap penerusnya di sekelilingnya. Bagi pohon pisang tidak berlaku pepatah, “Patah tumbuh hilang berganti”.
-
Pohon Pisang itu, sebelum ia berbuah, bila dipotong tetap tumbuh. Tetapi setelah ia berbuah, bila dipotong barulah ia mati;
-
Pohon pisang itu, sekali ditanam akan bersambung terus dari generasi ke generasi berikutnya. Bila pisang raja, generasinya tetap pisang raja.
-
Pohon pisang itu, Bila ditanam di dataran tinggi maupun rendah gampang hidup dan tidak mengenal musim.
-
Pohon pisang itu tanaman yang bersahabat, meskipun sekelilingnya banyak tanaman beraneka warna
-
Pohon pisang itu, di mana banyak pohon pisang hidup, di situlah tanah subur, di situlah air bersemayam.
Masih banyak pelajaran-pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat Allah pohon pisang ini. Pernah ada seorang Jerman datang ke tanah air kita ini, khusus untuk mengadakan penelitian mengenai jenis pohon pisang yang ada di Indonesia ini. Dia menemukan lebih dari 200 jenis pisang. Seandainya ada di daerah-daerah warga Thoriqoh Shiddiqiyyah yang berkelompok menanam pisang dengan keikhlasan hati, yang hasilnya bisa dimanfaatkan untuk perjuangan Shiddiqiyyah di daerahnya masing-masing, alhamdulillah, Mursyid Shiddiqiyyah sangat gembira. Memang itulah yang saya harapkan. Sebenarnya seruan saya untuk nanam pohon pisang kepada warga Thoriqoh Shiddiqiyyah telah saya serukan pada tahun 1504 H atau tahun 1984 M dan seruan itu pada tahun 2012 saya ulangi lagi.***





