Naufal mencontohkan, misalnya, ketika peristiwa hijrah, Ali rela mempertaruhkan nyawanya dengan berbaring di tempat tidur Nabi Muhammad ketika beliau diburu oleh kaum musyrik Makkah yang berusaha mencegahnya pergi ke Madinah. Sekalipun memiliki privilege sebagai ahlul bait, Ali adalah seorang junior yang tetap mengutamakan kemaslahatan bersama dan mengesampingkan kepentingan keluarga.
Naufal juga mengkritisi pernyataan Khofifah dari sisi bahasa. “Bagaimana bisa seorang Ali bin Abi Thalib disebut sebagai ‘milenial’? Silakan dibuka Kamus Besar Bahasa Indonesia-nya, ya, Bu Khofifah,” kata Naufal.
“Hal lucu yang terakhir adalah pernyataan Khofifah berikut: ‘Saya mohon maaf kalau saya menggunakan personifikasi seperti ini tidak pada posisi melihat bahwa ini setara dengan sahabat’. Khofifah menggunakan istilah ‘personifikasi’ untuk mengumpamakan Prabowo-Gibran dengan Abu Bakar-Ali bin Abi Thalib. Merujuk ke KBBI, ‘personifikasi’ bermakna ‘pengumpaan benda mati sebagai orang atau manusia’. Pertanyaannya, kokbisa Khofifah setega itu menganggap Prabowo-Gibran sebagai benda mati?” tulis Naufal.
Sejarawan NU, Aguk Irawan, menganggap pernyataan Khofifah amat berlebihan. “Glorifikasi paslon Prabowo-Gibran dengan perumpamaan sahabat Abu Bakar dan Sayyidina Ali saya kira amat berlebihan. Apalagi perbedaan kubu pro-sahabat Abu Bakar dan pro- Sahabat Ali ini kan yang menjadi bibit konflik Sunni-Syiah. Kok malah jadi contoh kombinasi serasi. Ini bagaimana?” kata Aguk, melalui pernyataan tertulis kepada Samudrafakta, Rabu (24/1/2024)
Yon Mahmudi, dosen Sejarah Islam dan Kajian Timur Tengah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia juga menilai jika menyamakan figur dan kedudukan sahabat Nabi Saw dalam kontestasi Pilpres 2024 tidak tepat.
“Menyamakan soal karakter dan gaya kepemimpinan juga tidak pas. Apakah melecehkan sahabat Nabi Saw atau tidak? Saya kira bukan pada aspek melecehkan, namun tidak pas saja membandingkannya dengan Prabowo-Gibran. Harusnya tidak masuk pada ranah itu, apalagi terkait kontestasi pilpres saat ini,” tegas Yon Mahmudi.○
FOTO: Tangkapan layar dari kanal YouTube Liputan 6.





