Pemerintah Klaim Kompor Tak Perlu Diganti saat Beralih ke CNG, Pengamat Pertanyakan Skema Subsidi

Pemerintah akan gantikan LPG dengan CNG (Compressed Natural Gas). - Dokumentasi/PT PGN

Infrastruktur Jadi Batu Sandungan

Keberhasilan transisi ini juga sangat bergantung pada infrastruktur distribusi yang hingga kini belum ada. CNG memang sudah digunakan di sektor perhotelan, restoran, dan dapur program Makan Bergizi Gratis—namun pada tabung berkapasitas 10–20 kg ke atas, bukan skala rumah tangga.

Pengamat energi Ishak Iskandar menilai CNG tidak praktis untuk skema eceran setara LPG 3 kg. Biaya instalasi CNG untuk dapur komersial kecil saja berkisar Rp20–25 juta. Membangun jaringan yang setara dengan 370.000 sub-pangkalan LPG yang sudah ada membutuhkan investasi masif yang belum ada kepastian pembiayaannya.

Bacaan Lainnya

Pemerintah merencanakan implementasi bertahap, dimulai dari kota-kota besar di Pulau Jawa. Yayan memperkirakan persiapan infrastruktur dan regulasi—termasuk renegosiasi kontrak ekspor gas—membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun. Artinya, janji dapur yang lebih hemat itu masih jauh dari meja makan warga.***

Pos terkait