Pejabat Diingatkan Jangan Sombong, Sultan HB X Tegaskan Pentingnya Empan Papan

Sultan Hamengku Buwono X dan Jimly Asshiddiqie. - Kolase Istimewa
Kerusuhan merebak. Penjarahan rumah pejabat bergulir. Sultan Hamengku Buwono X dan Jimly Asshiddiqie menegaskan: jangan sombong, tahu menempatkan diri.

_________

Gelombang amarah massa makin liar. Setelah aksi protes di Jakarta berujung ricuh, kini penyerangan dan penjarahan meluas ke kediaman sejumlah pejabat publik. Dari rumah anggota DPR RI Ahmad Sahroni, Uya Kuya, dan Eko Patrio, hingga kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani, semua tak luput dari amukan.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Prof Jimly Asshiddiqie, turun bicara. Dalam akun X pribadinya, @JimlyAS, ia mengingatkan para pejabat eksekutif, legislatif, hingga yudikatif untuk berhati-hati. “Rusuh di mana-mana. Penjarahan rumah pejabat makin brutal seperti 1998. Semua pejabat jangan sombong di depan rakyat. Ini soal ketimpangan dan kesombongan,” tulisnya, Ahad, 31 Agustus 2025. Ia bahkan menyarankan ketua RT di sekitar rumah pejabat turun tangan memimpin warga agar mencegah penjarahan lanjutan.

Bacaan Lainnya

Nada serupa datang dari Yogyakarta. Sultan Hamengku Buwono X menekankan pentingnya empan papan. “Istilahnya wong Jawa kan empan papan. Bisa menyesuaikan diri pada satu lingkungan, jadi peka,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Sabtu, 30 Agustus 2025.

Menurut Sultan, banyak pejabat tak peka dengan kondisi rakyat. Ketimpangan makin lebar, sementara gaya hidup pejabat justru tampak berlebihan. “Bagaimana kita tidak pamer, misalnya. Pimpinan daerah harus punya perilaku empan papan. Tidak sekadar apa yang dipikirkan, tapi apa yang dirasakan. Itu jauh lebih baik,” ujarnya menekankan.

Dalam falsafah Jawa, empan papan berarti kemampuan menempatkan diri sesuai situasi, kedudukan, dan kondisi. Sikap ini mencerminkan kebijaksanaan: mampu membaca keadaan, rendah hati, dan tidak melukai rasa masyarakat.***

Pos terkait