“Film Dirty Vote, kekuatan universitas yang bergerak, kelompok civil society, budayawan, maka tidak mungkin menghasilkan yang seperti itu,” ujarnya.
Hasto juga menegaskan pihaknya menghormati proses hitung cepat yang dilakukan. Hanya saja, PDIP tetap berpedoman terhadap ketentuan yang telah diatur secara UU terkait penghitungan suara Pilpres 2024.
“Maka sikap kami, kita tunggu proses penghitungan berjenjang. Karena ada proses satu bulan, artinya tim khusus ini punya kerja waktu satu bulan,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, pasangan nomor urut 02, Prabowo-Gibran, unggul melalui proses hitung cepat dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. Tercatat dari berbagai sumber Prabowo-Gibran unggul lebih dari 50 persen.
Peringkat kedua dari hasil hitung cepat ditempati Paslon nomor urut 01, Anies-Muhaimin. Sementara calon nomor urut 03, Ganjar-Mahfud, berada di peringkat terakhir berdasarkan hasil hitung cepat. Persentase tersebut bisa saja berubah, mengingat hasil hitung cepat tidak bisa dijadikan acuan pasti dalam kemenangan Paslon Capres-Cawapres.❒
FOTO: Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/2). (Suara)





