PBNU dan Ansor Kompak ‘Pasang Badan’ untuk Penceramah Miftah, Minta Polemik Disudahi

PBNU dan GP Anshor meminta polemik penceramah Miftah dan penjual es teh disudahi. (Tangkapan Layar)
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Ansor menyampaikan pembelaan untuk penceramah Miftah Mualana yang tengah digeruduk publik—terutama warganet—setelah kata-katanya yang dinilai menghina penjual es teh viral di media sosial. 

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrur Rozi meminta semua pihak memaklumi Utusan Khusus Presiden (UKP) itu, dengan asalan setiap orang bisa khilaf.

“Sebaiknya disudahi polemik ini. Harap dimaklumi, dan setiap orang bisa saja berbuat khilaf,” kata pria yang akrab disapa Gus Fahrur itu kepada media, Rabu, 4 November 2024.

Fahrur mengamini jika dakwah seharusnya dilakukan dengan sopan dan adab, seperti yang diajarkan Nabi Muhammad Saw. Namun, dia mengaku yakin Miftah hanya bermaksud bercanda untuk menghidupkan suasana, tapi kepeleset lidah.

Bacaan Lainnya

Menurut Fahrur, kasus Miftah harus menjadi pelajaran bagi mubaligh lainnya, agar lebih berhati-hati dalam bercanda, agar tidak menimbulkan kegaduhan dan melukai perasaan orang lain.

Fahrur mengatakan PBNU belum menegur Miftah atas pernyataannya tersebut. “Tidak (ditegur). Sebagai sesama dai, kami ada kewajiban moral saling mengingatkan dan menguatkan saja,” kata dia.

Segendang seirama dengan PBNU, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor juga mengimbau masyarakat tidak lagi berpolemik terkait Miftah, karena masalahnya sudah selesai.

Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharuddin juga menilai Miftah hanya guyonan, tidak serius. Apalagi, kata dia,  Miftah dan pedagang es teh Sunhaji sudah bertemu dan saling memaafkan. 

“Kami kenal Gus Miftah, tokoh yang suka guyon. Keduanya (MIftah dan Sunhaji) juga sudah bertemu, dan saling bermaafan,” katanya di Jakarta, Rabu, 4 Desember 2024.

Maka, dia mengimbau masyarakat agar tidak melanjutkan polemik Miftah, baik di media sosial maupun secara langsung. 

“Polemik ini sudah selesai, tidak perlu lagi diperpanjang apalagi diperdebatkan,” ujarnya.***

Pos terkait