“Negeri yang Tak Didengar”: Ketika Gen Z Nepal Gulingkan PM Gara-Gara Medsos Diblokir

Ilustrasi kerusuhan Nepal. - Samudrafakta

Bersamaan itu, ekonomi rumah tangga sangat disangga remitansi lebih dari 26 persen PDB pada 2023—yang menjadi indikator rapuhnya mesin ekonomi domestik. 

Para demonstran di Khatmandu melakukan aksi pembakaran di depan gedung parlemen Nepal. – AFP via Getty Images
Figur Baru di Pusat Panggung

Di tengah kebuntuan partai besar, Wali Kota Kathmandu, Balendra “Balen” Shah, mencuat, seolah menjadi magnet politik generasi muda. Dia dipandang tegas soal tata kelola kota, fasih berkomunikasi, dan dianggap bukan bagian dari lingkaran lama. 

Para jurnalis mencatat namanya berulang dalam percakapan jalanan tentang “siapa setelah Oli”. 

Bacaan Lainnya

Pengunduran diri PM adalah awal, bukan akhir. Dalam hitungan hari, partai-partai akan bernegosiasi menentukan PM baru. 

Ujian pertama pemerintahan berikutnya adalah menghapus kesan tuli—mendengar, bukan membungkam; membuka data dan menelusuri rantai patronase; serta memulai reformasi pasar kerja yang realistis bagi pemuda. 

Kalau tidak, gelombang protes bisa saja kembali; kali ini dengan pelajaran organisasi yang lebih matang.*** 

__________

Sumber:

Reuters (beberapa laporan harian), Al Jazeera, Financial Times, Washington Post, Time; data latar dari Bank Dunia, DataReportal, dan rilis otoritas setempat. (Reuters, The Washington Post, Al Jazeera, The World Bank, DataReportal – Global Digital Insights)

Pos terkait