Musim Hujan, Musim Ujian Daya Tahan Tubuh

Ilustrasi nyamuk penyebar penyakit musim hujan. — Pixabay
DBD: Siklus Nyamuk di Tengah Genangan

Penyakit ketiga yang menjadi langganan musim hujan adalah demam berdarah dengue (DBD). Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Hujan menyediakan medium sempurna bagi nyamuk untuk berkembang biak—air bersih yang tergenang di ember, pot, talang, dan wadah-wadah kecil di sekitar rumah.

Infeksi dengue ditandai dengan demam tinggi mendadak, tubuh lemah dan lesu, nyeri kepala, nyeri otot, sendi, dan tulang, serta mual dan nyeri perut. Pemeriksaan laboratorium biasanya menunjukkan penurunan kadar trombosit, yang dapat memicu perdarahan gusi, mimisan, hingga munculnya bintik merah pada kulit.

Pada kondisi berat, DBD dapat berkembang menjadi syok, penurunan kesadaran, bahkan kematian.

Bacaan Lainnya
Menjaga Tubuh di Tengah Hujan

Menghadapi musim hujan, Ira menekankan pentingnya kewaspadaan sederhana namun konsisten. Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air besar menjadi garis pertahanan pertama. Konsumsi makanan dan minuman yang terjaga kebersihannya bukan sekadar anjuran, melainkan kebutuhan.

Ia juga mengingatkan pentingnya gerakan 3M—menguras, menutup, dan mengubur—untuk memutus siklus nyamuk penyebab DBD. Lingkungan yang bersih, saluran air yang lancar, serta kebiasaan menghindari bermain air banjir, terutama saat memiliki luka pada kulit, menjadi langkah pencegahan yang krusial.

Musim hujan, pada akhirnya, adalah pengingat. Bahwa kesehatan bukan hanya urusan klinik dan obat, tetapi juga kebiasaan sehari-hari—tentang tangan yang bersih, air yang aman, dan kewaspadaan pada hal-hal kecil yang kerap luput dari perhatian.***

Pos terkait