Muncul Wacana Pra-MLB Nahdlatul Ulama Digelar Desember 2024, PBNU Menyebutnya ‘Forum Liar’

Nahdlatul Ulama atau NU adalah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.(Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

“Pra-MLB sendiri insya Allah akan dilaksanakan bulan Desember, di Surabaya—titik juang para pahlawan. Pra-MLB direncanakan dihadiri oleh PWNU se-Indonesia atau yang mewakili,” ujarnya.

PBNU Anggap MLB Tidak ‘Mu’tabar’

Di sisi lain, Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla menyebut jika Muktamar Luar Biasa (MLB) NU adalah forum liar.

“Ini forum, yang dalam bahasa NU, ini forum yang tidak mu’tabar. Yyang tidak legitimate,” kata Ulil kepada wartawan, di kantor PBNU, Jakarta, Jumat (1/11/2024).

Bacaan Lainnya
Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla. (Foto: NU Online/Suwitno)

Ulil pun mengaku menyayangkan agenda MLB NU yang ‘tidak mu’tabarah‘ jalan terus. Sebab, kata dia, NU dikenal dengan kitab-kitab mu’tabarah atau kitab-kitab yang mempunyai legitimasi dan sah untuk dijadikan rujukan.

“Nah, (MLB) ini kalau dibahasakan dengan bahasa NU, ini seperti kitab yang tidak mu’tabarah,” kata dia.

Menanggapi Ulil, Presidium dan Ketua OC MLB NU, Imam Baihaqi, menyatakan justru PBNU lah yang saat ini  tidak memiliki landasan etika.

“Kepemimpinan PBNU periode inilah justru yang tidak mu`tabar. Karena kepemimpinanya tidak mengikuti standar moral ahlussunnah wal jamaah,” kata Baehaqi, dikutip dari Jurnas.com, Ahad (3/11/2024).

Imam Baehaqi, Presidium dan Ketua OC Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama (MLB NU) (Dok.EI)

Baehaqi juga menilai jika PBNU di bawah kepemimpinan Yahya Cholil Staquf arogan dan sewenang-wenang, serta menciptakan berbagai konflik.

“Tidak ada program jelas yang dirasakan oleh warga NU, sarat dengan kepentingan pribadi dan politik, sering kali melakukan intimidasi kepada struktur di bawahnya. Karakter kepemimpinan otoriter,” ujar Baehaqi.

Selain itu, tambahnya, PBNU sering melakukan kampanye humanitarianisme Islam, namun, selama memimpin PBNU, Yahya tidak pernah menggelar program nyata untuk kemanusiaan—melainkan lebih berorientasi politik kekuasaan.

“Banyak kasus kemanusiaan terjadi, tetapi tidak jelas sikapnya dan tidak ada kehadiran NU dalam setiap berbagai isu kemanusiaan,” dia menambahkan.

Pos terkait