Majelis Ahli Iran resmi memilih Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi, di tengah ancaman Presiden AS Donald Trump.
Majelis Ahli Iran mengumumkan Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, putra mendiang pemimpin tertinggi Ali Khamenei, sebagai Rahbar atau pemimpin tertinggi baru Iran, Senin (9/3/2026) dini hari waktu Teheran.
Keputusan ini diambil di tengah gempuran militer AS-Israel dalam Operasi Epic Fury.
Pemilihan ini menjadi pukulan telak bagi Washington, yang sejak awal berupaya mempengaruhi proses suksesi. Sehari sebelum pengumuman, Trump dalam wawancara dengan ABC News masih percaya diri bahwa AS memiliki kendali atas proses politik di Iran.
“Pemimpin tertinggi baru Iran harus mendapatkan persetujuan dari kami. Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” kata Trump, Minggu (8/3/2026).
🚨🚨عاجـــــــــل☫
اول كلمه من القائد مجتبى خامنئي
بعد توليه القياده
بسم الله الرحمن الرحيم.السلام على الأمة الإيرانية الكريمة والشجاعة،التي ظلت ثابتةفي مواجهة المحن.
اليوم ونحن نتولى هذه الثقة القيادية، نتعهد بأن نسير على خطى شهدائنا.
نحن ندافع عن الشرف والحرية والكرامة. pic.twitter.com/I3Si6iDxLT— Mojtaba_Khamenei (@MujtabaKhamenei) March 9, 2026
Reaksi Trump Berubah Drastis
Pasca-pengumuman, nada Trump berubah. Melalui pembawa acara Fox News, Brian Kilmeade, ia meluncurkan pernyataan frustrasi. “Saya tidak senang dengan pilihan Iran atas Mojtaba Khamenei,” ujar Trump, 9 Maret 2026.
Mojtaba dikenal sebagai arsitek di balik layar kebijakan garis keras Iran dan memiliki hubungan erat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Ia juga memiliki dendam pribadi atas serangan yang menewaskan ayah, ibu, istri, dan anaknya dalam serangan 28 Februari lalu.
Analisis: Pilihan Garis Keras di Tengah Krisis
Para pengamat menilai keterpilihan Mojtaba menempatkan AS pada posisi sulit. Mantan diplomat AS Alan Eyre menyebut, “Mojtaba bahkan lebih keras dan lebih garis keras daripada ayahnya. Dia akan membalas dendam besar-besaran.”
Alex Vatanka dari Middle East Institute mengatakan ini ironi besar bagi Washington. “Ini penghinaan besar bagi AS yang melancarkan operasi sebesar ini, mengambil risiko begitu besar, dan akhirnya membunuh pria 86 tahun, hanya untuk digantikan oleh putranya yang garis keras.”
Paul Salem dari lembaga yang sama menilai pilihan ini menutup pintu dialog. “Ini pilihan garis keras, dibuat di saat yang keras. Tidak ada yang muncul sekarang akan bisa berkompromi.”
Dukungan Penuh IRGC
Mojtaba tidak datang dengan tangan kosong. Selama bertahun-tahun, ia membangun jaringan kuat di dalam IRGC. Kasra Aarabi dari United Against Nuclear Iran menyebut, “Ia punya konstituen dan dukungan yang kuat di dalam IRGC, khususnya di kalangan generasi muda.”
IRGC langsung menyatakan dukungan resmi. “IRGC Iran mendukung pilihan Dewan Ahli, siap menyatakan kesetiaan penuh kepada Mojtaba Khamenei, serta menjaga nilai-nilai Revolusi Islam dan melindungi warisan Imam Khomeini dan Imam Ali Khamenei.”
Respons Iran: Tantangan untuk AS
Anggota Majelis Ahli, Mohsen Heidari Alekasir, mengungkapkan bahwa pemilihan Mojtaba didasarkan pada arahan mendiang Ali Khamenei bahwa pemimpin tertinggi haruslah sosok yang “dibenci oleh musuh”. “Bahkan Setan Besar (AS) telah menyebut namanya,” ujarnya, 8 Maret 2026, seolah menjawab ancaman Trump.
Vali R Nasr, ahli Iran dari Universitas Johns Hopkins, menilai Mojtaba adalah pilihan logis di saat krisis. “Ia bisa cepat mengonsolidasikan kekuasaan dan menegaskan kendali atas sistem. Ini karena Mojtaba selama bertahun-tahun telah menjadi tokoh yang sangat berpengaruh di lingkaran dalam ayahnya.”
Ironi di Tengah Perang
Keterpilihan Mojtaba terjadi saat Iran dalam tekanan maksimum. Operasi militer AS-Israel telah memasuki hari kesepuluh, menargetkan infrastruktur militer dan energi. Namun, alih-alih melunak, Teheran justru menunjukkan sikap paling konfrontatif dengan memilih pemimpin yang memiliki ikatan emosional dan ideologis terkuat untuk melanjutkan perlawanan.
Israel sebelumnya memperingatkan akan mengejar siapa pun penerus. Namun faktanya, penerus itu kini resmi menjabat dengan dukungan penuh IRGC.***





