Meta Platforms memangkas 600 posisi di unit Superintelligence Labs demi efisiensi dan percepatan inovasi AI, hanya sehari setelah meneken pendanaan jumbo senilai 27 miliar dolar AS.
Raksasa teknologi Meta Platforms Inc (META), induk perusahaan Facebook dan Instagram, kembali melakukan langkah efisiensi besar. Sekitar 600 karyawan di unit Superintelligence Labs terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Langkah ini, dikutip dari Reuters (23/10), bertujuan agar divisi kecerdasan buatan Meta menjadi lebih “fleksibel dan responsif”. PHK tersebut mencakup tim Riset AI Facebook (FAIR) dan sejumlah unit pengembang AI untuk produk dan infrastruktur.
Namun, Lab TBD, unit kecil berisi peneliti dan insinyur yang mengerjakan model AI generasi berikutnya, tidak terdampak gelombang PHK ini.
Dalam memo internal yang dikutip Axios, Chief AI Officer Meta Alexandr Wang menyebut restrukturisasi ini dilakukan untuk menyederhanakan pengambilan keputusan serta meningkatkan tanggung jawab dan dampak setiap peran yang tersisa. Meta juga memberi kesempatan bagi karyawan terdampak untuk melamar posisi lain di perusahaan.
Langkah pemangkasan ini muncul sehari setelah Meta menandatangani kesepakatan pendanaan USD27 miliar dolar AS (sekitar Rp440 triliun) dengan Blue Owl Capital. Kesepakatan itu disebut sebagai perjanjian modal swasta terbesar dalam sejarah Meta, yang akan digunakan untuk membangun pusat data raksasa guna memperkuat proyek AI perusahaan.
Sejumlah analis menilai langkah ini memungkinkan Meta mengejar ambisi besar di bidang AI sambil menekan beban biaya dan risiko awal, tanpa kehilangan kendali atas sebagian kepemilikan proyeknya.
Sebelumnya, pada Juni 2025, Meta membentuk Superintelligence Labs setelah menghadapi kepergian sejumlah staf senior dan respons negatif terhadap model sumber terbuka Llama 4. CEO Mark Zuckerberg bahkan turun langsung memimpin perekrutan agresif untuk membangun kembali kekuatan AI Meta.
Superintelligence Labs kini menaungi tim riset fundamental (FAIR), pengembangan produk, dan TBD Lab yang berfokus pada model AI generasi mendatang. Meta sendiri telah berinvestasi di bidang kecerdasan buatan sejak 2013, ketika mendirikan FAIR dan menunjuk Yann LeCun sebagai Kepala Ilmuwan AI.***





