Merajut Indonesia di Bengkulu — TTBH Shiddiqiyyah Dihadiri Ribuan Orang, Termasuk Unsur Pemerintah dan Berbagai Ormas Keagamaan 

Ketua Umum JKPHS Pusat, Pudjiarti (kiri), dan Sekjen JKPHS Pusat, Siti Fasicha (kanan), memberikan keterangan pers terkait acara TTBH Shiddiqiyyah di Bengkulu, yang digelar pada Ahad (13/7). | FOTO ISTIMEWA
Silaturahmi dan tasyakuran bukan sekadar seremoni. Di Bengkulu, acara ke-23 JKPHS ini jadi cara menanamkan cinta Tanah Air yang dibalut syiar Islam dan empati sosial.

__________

Bukan pesta. Bukan arak-arakan. Tapi silaturahmi dan syukur yang dikemas dalam napas kebangsaan. Itulah wajah acara Silaturahmi dan Tasyakuran Tahun Baru Hijriah (TTBH) ke-23 yang digelar di Bengkulu.

Diikuti sekitar 3.000 orang dari 112 cabang Jamiat Kausaran Putri Hajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS), ditambah lagi ribuan orang lainnya dari seluruh organisasi yang ada di lingkungan Shiddiqiyyah—seperti Organisasi Shiddiqiyyah (ORSHID), Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID), Dhilal Berkat Rochmat Allloh (DHIBRA), dan Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia.acara—ini menjelma menjadi ruang perjumpaan antara nilai-nilai keislaman dan rasa cinta terhadap Tanah Air.

Bacaan Lainnya

Tema tahun ini—“Di Bumi Merah Putih Merajut Nusantara”—dipilih bukan tanpa alasan. Ia menjadi penegas arah gerak acara: menumbuhkan nasionalisme melalui jalan ruhani.

Maka dari itu, dalam acara ini, JKPHS juga melibatkan unsur pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan tokoh agama dalam acara ini. Bukan hanya untuk mengisi podium, tapi untuk menegaskan bahwa syiar dan nasionalisme adalah urusan bersama.

“Kami ingin nilai-nilai cinta tanah air tumbuh dari kesadaran spiritual. Dari rasa syukur sebagai warga negara dan umat beriman,” kata Ketua Umum JKPHS, Pudjiarti, dalam keterangannya, dikutip Ahad, 13 Juli 2025.

Di tengah meningkatnya polarisasi dan disorientasi sosial, acara ini hadir untuk mengingatkan kembali makna ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan kebangsaan. Bukan dengan jargon, tapi dengan silaturahmi, doa, dan gotong royong.

Salah satu tujuan utama TTBH ialah membumikan nilai cinta negeri di kalangan warga Shiddiqiyyah pada khususnya, dan seluruh warga negara Indonesia pada umumnya. Lewat pertemuan lintas-daerah ini, solidaritas dibangun, identitas kebangsaan diperteguh, dan kesalehan sosial dipraktikkan.

“Indonesia tidak akan kuat hanya dengan pembangunan fisik. Tapi juga harus ditopang oleh kekuatan jiwa warganya,” ujar Siti Fasicha, Sekjen JKPHS Pusat.

Pos terkait