27 Desember 2023
Mantan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam menyebut PBNU bergerak secara struktural untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran.
Kata Gus Salam, “Tokoh-tokoh teras PBNU ini mengarahkan struktur PCNU yang hadir untuk membantu ke paslon 02. Ada yang dengan narasi soreh atau jelas, ada yang bahasa kinayah atau kiasan.”
20 Januari 2024
Melalui surat bertanggal 20 Januari 2024, yang ditandatangani Ketua Umum KH. Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Jenderal Saifullah Yusuf, Rais Aam KH. Miftachul Akhyar, dan Katib Aam Akhmad KH. Said Asrori, PBNU merilis nama-nama pengurus yang dinonaktifkan.
Aturan tersebut berlaku hingga tahapan Pemilu 2024 selesai.
23 Januari 2024
Saifullah Yusuf atau Gus Ipul selaku Sekretaris Jenderal PBNU secara terang-terangan memobilisasi opini massa untuk mendukung paslon 02. Hal tersebut tersirat dari pernyataannya ini:
“Jadi, jangan salahkan PBNU jika sekarang pengikut Rais A’am dan Ketua Umum ini bergerak akibat pernyataan yang disampaikan Prof. Nadirsyah Hosen.”
“Jadi, mereka bergerak ini dampak dari pernyataan Prof. Nadirsyah, karena PBNU tidak pernah menyampaikan atau merilisnya. Dan gerakan ini meluas, karena pengikut Rais A’am dan Ketua Umum PBNU ini banyak sekali.”

Dua hari sebelumnya, 20 Januari 2023, Gus Nadirsyah Hosen mengafirmasi pendapat yang jauh hari pernah disampaikan Gus Salam, bahwa PBNU secara struktural memobilisasi massa untuk mendukung paslon 02.
“Tapi, yang dikumpulkan jelas pengurus, sehingga kemudian secara massif struktur itu diperintahkan untuk mendukung 02,” kata Gus Nadir kala itu.





