Menyimak Linimasa Konsesi Tambang untuk PBNU: Ada Indikasi Politik Praktis hingga Kepentingan Bisnis?

Menteri BUMN Erick Thohir—yang juga merupakan warga kehormatan NU, Sekjen PBNU Saifulah Yusuf, Presiden Jokowi, dan Ketum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf bertemu di Istana negara menjelang puncak peringatan 1 Abad NU, tahun 2022. FOTO: Dok. Liputan 6
21 November 2023

Sebuah potongan video yang berisi pernyataan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto tentang konsesi tambang untuk PBNU viral di media. Ketika itu Prabowo menyatakan, “Pemerintah Pak Jokowi sudah mencabut 2.600 izin tambang dari swasta-swasta dan sudah diberikan, pertama ke PBNU. Itu pancing-pancing yang akan dibagi.”

Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya membenarkan bahwa pernyataan Prabowo Subianto berhubungan dengan janji Jokowi saat Muktamar Lampung.

“Kan sudah lama itu (rencana pemberian konsesi tambang untuk PBNU). Itu kan Presiden pidato waktu pembukaan Muktamar di Lampung tahun 2021, dan langsung diproses. Sudah itu, cuma belum selesai prosesnya,” kata Gus Yahya ketika itu.

Bacaan Lainnya

Gus Yahya juga mengaku bahwa pemberian izin usaha tambang adalah keinginan Jokowi sendiri. Dia mengeklaim bahwa pihaknya tidak meminta.

Wong dulu belum ada apa-apa dikasih kok memang. Ini Presiden waktu Muktamar itu (berkata), ‘Saya siapkan konsesi untuk NU,’ begitu. Dan langsung diproses. Cuma sekarang belum selesai,” tegasnya.

16 Desember 2023

Langkah pertama PBNU untuk menyambut janji Jokowi adalah adanya indikasi bersih-bersih internal, dengan mencopot pengurus-pengurus senior NU yang dinilai tidak mendukung pasangan calon (paslon) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Melalui Surat Keputusan PBNU Nomor 274/PB.01/A.II.01.44/99/12/2023, tertanggal 16 Desember 2023, PBNU memberhentikan KH. Marzuki Mustamar dari jabatannya sebagai Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Mantan Ketua PWNU Jatim KH. Marzuki Mustamar. FOTO: Dok. Istimewa

Sebelumnya, pada Jumat, 6 Oktober 2023, Presiden PKS Ahmad Syaikhu melakukan kunjungan ke kediaman Ketua Marzuki Mustamar. Dalam kesempatan tersebut, Syaikhu ditemani Ketua Dewan Syariah Pusat KH. Muslih Abdul Karim, Ketua PKS Jatim Irwan Setiawan, dan Anggota DPR RI dari PKS Amin Ak.

Pertemuan PKS dan Marzuki terjadi tiga pekan sebelum Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi menjadi pasangan capres dan cawapres, yang mendaftar ke KPU pada 25 Oktober 2023.

Pos terkait