Yang Sebenarnya Diperdebatkan
Polemik Pesta Babi pada akhirnya bukan hanya tentang sebuah film. Ia menjadi titik temu dari tiga perdebatan besar yang belum selesai di Indonesia: sejauh mana ruang kebebasan berekspresi berlaku dalam praktik; bagaimana batas kewenangan militer di wilayah sipil ditegakkan; dan apakah program-program pembangunan besar di Papua sudah disertai transparansi data dan ruang dialog yang memadai bagi masyarakat yang terdampak langsung.
Masing-masing pihak mengklaim membela kepentingan publik. Yang membubarkan berdalih melindungi stabilitas dan masyarakat Papua dari narasi yang tidak berimbang. Yang mempertahankan hak nobar berdalih melindungi kebebasan berekspresi dan hak publik atas informasi.
Pertanyaan mana klaim yang lebih kuat—hanya bisa dijawab dengan satu hal yang justru paling sulit didapat dalam polemik ini: data yang lengkap, terbuka, dan dapat diverifikasi secara independen tentang apa yang sebenarnya terjadi di Papua Selatan.***





