SPMB Ramah Didorong Jadi Jalur Masa Depan Anak

SPMB Ramah
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. - Samudra Fakta
SPMB Ramah ditegaskan bukan sekadar proses penerimaan murid baru, melainkan upaya negara menjamin akses pendidikan yang adil bagi seluruh anak Indonesia.

Pemerintah mendorong Penerimaan Murid Baru (SPMB) tidak lagi dipandang sekadar agenda administratif tahunan. Melalui program “SPMB Ramah”, negara ingin memastikan akses pendidikan menjadi hak yang benar-benar bisa dijangkau seluruh anak Indonesia.

Program itu ditegaskan dalam agenda penandatanganan komitmen bersama SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senin (25/5/2026).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan SPMB harus menjadi pintu masuk pendidikan yang adil, aman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Bacaan Lainnya

“SPMB bukan sekadar rutinitas administratif tahunan, melainkan instrumen pelayanan publik yang krusial dalam menjamin akses pendidikan bermutu bagi seluruh anak Indonesia,” kata Abdul Mu’ti, Senin (25/5/2026).

Akses Pendidikan untuk Semua

Konsep SPMB Ramah dirancang agar hambatan ekonomi, kondisi disabilitas, domisili, hingga latar belakang sosial tidak lagi menjadi penghalang anak memperoleh pendidikan.

Pemerintah menargetkan sistem ini mampu membuka akses lebih luas bagi anak dari keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, anak terdampak bencana, hingga kelompok rentan lainnya.

“Mari kita laksanakan bersama-sama,” ujar Abdul Mu’ti.

Penandatanganan komitmen tersebut melibatkan banyak pihak, mulai DPR RI, DPD RI, Kantor Staf Presiden, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, Kejaksaan Agung, Polri, KPK, Ombudsman RI, hingga lembaga perlindungan anak dan disabilitas.

Pemerintah menyebut sinergi lintas sektor diperlukan agar pelaksanaan SPMB berjalan transparan, objektif, akuntabel, berkeadilan, inklusif, dan tanpa diskriminasi.

Ratusan Daerah Sudah Susun Aturan

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menyebut pelaksanaan SPMB mulai menunjukkan dampak positif dalam pemerataan akses pendidikan.

Pos terkait