Mendiktisaintek Minta Unair Batalkan Pembekuan BEM FISIP

BEM FISIP
Foto hasil tangkapan layar akun X, @e100ss, yang mengkritik pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Foto:X
JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Brodjonegoro meminta Universitas Airlangga (Unair) mencabut keputusan pembekuan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP). Langkah ini menyusul polemik terkait karya seni satire yang ditampilkan oleh BEM FISIP.

“Saya tadi malam sudah menyampaikan kepada Rektor Unair agar pembekuan BEM FISIP dibatalkan, dan beliau menyatakan kesiapannya,” kata Satryo saat menghadiri Peresmian Pameran Bulan Bahasa di Kantor Kemendikdasmen di Jakarta, Senin (28/10).

Satryo menekankan bahwa Kemendiktisaintek menghormati otonomi kampus, terutama dalam hal kebebasan dan keleluasaan akademik. Namun, ia mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat harus disertai akuntabilitas dan tanggung jawab institusi kepada publik.

“Saya meminta kepada para rektor untuk menjaga kebebasan akademik ini dengan sebaik-baiknya. Kebebasan tersebut harus disertai dengan akuntabilitas dan tanggung jawab kepada publik,” ujar Satryo dikutip dari Antara.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, BEM FISIP Unair mendapat sanksi pembekuan dari Dekanat FISIP setelah memasang karya seni satire berbentuk karangan bunga yang mengucapkan selamat atas pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. Karya tersebut dipasang di Taman Barat FISIP pada Selasa (22/10) pukul 15.00 WIB, namun ditarik kembali pukul 18.45 WIB karena hujan.

Karangan bunga tersebut sempat viral di platform media sosial X dan TikTok karena ditempatkan di lokasi yang ramai dilalui warga kampus, memicu berbagai tanggapan dari publik.

Berita Acara Pembekuan BEM FISIP

Berdasarkan berita acara yang dirilis BEM FISIP Unair, surat pemberitahuan pembekuan diterima pada Jumat (25/10) pukul 16.13 WIB. Pihak BEM menyebutkan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk ekspresi kekecewaan terhadap dinamika politik Pemilu 2024, yang disalurkan melalui karya seni satire.

Sejak awal, kabinet Panca Aksara berkomitmen untuk menciptakan manfaat bagi seluruh Civitas Akademika FISIP Unair, termasuk dalam menumbuhkan jiwa kritis dan kepekaan sosial mahasiswa. Hingga saat ini, sebagian besar program kerja mereka telah berjalan sesuai rencana.

Pos terkait