Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau calon jemaah lebih teliti memilih Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Ketelitian ini penting untuk menghindari berbagai modus penipuan yang masih kerap terjadi di tengah maraknya promosi travel umrah.
Masyarakat kini diminta tidak mudah terpikat oleh kehadiran publik figur dalam materi promosi sebuah biro perjalanan umrah. Kehadiran artis, selebgram, atau tokoh masyarakat tidak serta-merta menjadi jaminan kredibilitas perusahaan tersebut.
Kepala Subdirektorat Umrah Kemenhaj RI Edayanti Dasril menegaskan, penggunaan nama besar dalam iklan bukanlah ukuran keamanan. “Artis, selebgram maupun tokoh-tokoh itu bukan jaminan bahwa travel tersebut amanah. Jangan mudah percaya,” ujarnya, dikutip dari laman Himpuh, Senin (29/6/2026).
Selain itu, Edayanti juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya mengandalkan rating atau ulasan di Google. Penilaian di platform digital berpotensi dimanipulasi dan tidak selalu mencerminkan kualitas pelayanan sebenarnya.
“Rating di Google juga bukan jaminan. Penilaian seperti itu bisa saja disetting atau direkayasa,” tegasnya.
Edayanti menyarankan calon jemaah melakukan pengecekan menyeluruh sebelum mendaftar. Mulai dari memverifikasi izin PPIU melalui aplikasi Satu Haji, mengecek track record perusahaan, hingga mendatangi kantor secara langsung.
Ia juga menekankan pentingnya kejelasan akad dalam setiap transaksi serta menghindari pembayaran di luar rekening resmi perusahaan. Bagi yang mengalami pelanggaran, Kemenhaj menyediakan Call Center di nomor 0813-9906-662 untuk melaporkan dan mendapatkan pendampingan.***





