Pengakuan yang Terlambat, Tapi Berarti
Tiga dekade kemudian, pengorbanannya diakui negara.
Marsinah kini resmi bergelar Pahlawan Nasional, sejajar dengan tokoh besar lain yang memperjuangkan keadilan.
Namun di hati banyak orang, gelar itu bukan sekadar penghargaan — melainkan pengingat bahwa keberanian seorang buruh perempuan bisa mengguncang sistem yang menindas.
“Marsinah adalah simbol nurani rakyat kecil yang menolak tunduk,” tulis YLBHI dalam pernyataannya pada peringatan 20 tahun kematiannya, 9 Mei 2013.
Hingga kini, nama Marsinah tetap hidup — di spanduk buruh, di jalan-jalan, dan dalam ingatan bangsa yang masih berjuang untuk keadilan.***





