Rahmah El Yunusiyyah, pendiri Diniyyah Putri Padang Panjang, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional 2025 atas perjuangannya membuka jalan pendidikan modern bagi perempuan Indonesia.
Perlu Dibaca
Tag: Hari Pahlawan
Mochtar Kusumaatmadja: Arsitek Laut Nusantara yang Membentuk Wajah Baru Kedaulatan Indonesia
Mochtar Kusumaatmadja, perancang konsep negara kepulauan dan penggagas diplomasi hukum laut Indonesia, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional 2025 atas jasa besarnya menyatukan laut dan daratan Nusantara tanpa melibatkan sebutir peluru pun.
10 Pahlawan Nasional 2025 dan Pertarungan Makna di Balik Gelar
Penetapan 10 Pahlawan Nasional 2025 — dari Gus Dur, Soeharto, hingga Marsinah — menyingkap pertarungan makna di balik gelar: antara penghormatan, rekonsiliasi, dan politik memori bangsa.
Marsinah Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional: Simbol Perlawanan Buruh yang Tak Pernah Padam
Aktivis buruh yang tewas pada 1993 itu dikenang sebagai simbol keberanian memperjuangkan hak pekerja.
Soeharto Resmi Dapat Gelar Pahlawan Nasional dari Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional 2025 kepada Soeharto bersama sembilan tokoh lain, di tengah kontroversi dan kritik dari publik serta tokoh agama.
Kontroversi Kematian Mallaby dan Pecahnya Pertempuran 10 November 1945
Kisah tewasnya Jenderal Mallaby, fitnah NEFIS, dan Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari yang menyatukan rakyat Surabaya dalam pertempuran 10 November 1945 — simbol lahirnya keberanian Indonesia Raya.
KH. Yusuf Hasyim Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional 2025: Santri Pejuang dari Tebuireng
KH. Yusuf Hasyim, santri pejuang dan pembaharu pendidikan Tebuireng, diusulkan sebagai Pahlawan Nasional 2025.
Presiden Prabowo Umumkan 10 Pahlawan Nasional Senin Ini, Termasuk Soeharto dan Gus Dur
Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan sepuluh nama Pahlawan Nasional pada Hari Pahlawan 2025, termasuk Soeharto, Gus Dur, Marsinah, dan Syaikhona Kholil, setelah melalui proses seleksi panjang dan masukan berbagai pihak.
Muhammadiyah Terbelah soal Soeharto, di Persimpangan Antara Jasa dan Luka Lama
Perdebatan soal gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto memecah Muhammadiyah. Usman Hamid menolak dengan alasan pelanggaran HAM dan korupsi, sementara Muhadjir Effendy menilai Soeharto layak karena jasa besarnya dan statusnya sebagai kader Muhammadiyah.
Muhammadiyah Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional
PP Muhammadiyah mendukung Soeharto mendapat gelar Pahlawan Nasional, menilai jasanya besar sejak masa perjuangan hingga pembangunan, termasuk Serangan Umum 1 Maret dan Repelita.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









