JAKARTA–Manusia masa kini cenderung memiliki kemelekatan dengan telepon seluler (ponsel) atau gawai. Seakan hidup tak sempurna, ‘mati gaya’ tanpa gawai. Walhasil, ponsel selalu menempel pada semua orang, termasuk saat menjalankan aktivitas makan. Tanpa disadari, ternyata makan sambil mengakses ponsel, seperti main game, nonton film, dan mengakses media sosial, menimbulkan dampak buruk secara fisik maupun psikologis.
Berikut beberapa alasan yang mendasari kenapa sebaiknya tidak makan sembari main ponsel:
1. Memicu kenaikan berat badan dan risiko obesitas
Ketika makan sambil melakukan hal lain, seperti main ponsel, konsentrasi akan terpecah. Akibatnya, sinyal perut ke otak jadi terganggu, termasuk jadi slow respons saat menerima pesan bahwa perut sudah kenyang.
Sebagaimana dilansir Men’s Helath dalam Trends in Food Science & Technology, studi terbaru yang dipublikasikan pada jurnal Physiology and Behavior menemukan fakta orang-orang yang makan sambil menatap layar ponsel cenderung mengkonsumsi kalori lebih banyak daripada mereka yang fokus pada makanannya.
Studi tersebut melibatkan 62 sukarelawan berusia 18-28 tahun. Mereka disuguhkan berbagai jenis makanan, mulai dari buah-buahan hingga makanan tidak sehat, seperti makanan tinggi gula dan soda. Hasilnya, mereka yang makan sambil bermain ponsel mengkonsumsi rata-rata 535 kalori lebih banyak daripada yang tidak. Mereka juga mengkonsumsi 10 persen makanan berlemak lebih banyak daripada mereka yang makan tidak sambil bermain ponsel.
2. Karena tidak fokus, mengunyah pun jadi terganggu, tidak baik untuk pencernaan
Kegiatan makan yang terdistraksi akan mengganggu proses pengunyahan makanan sehingga memicu tersedak, sakit perut, hingga sembelit.
Peneliti dari Federal University of Lavras, Márcio Gilberto Zangeronimo, menjelaskan bahwa tablet dan ponsel pintar menjadi pengganggu makan paling utama, bahkan pada anak-anak.
“Penting untuk memerhatikan berapa besar pengaruhnya terhadap pilihan makanan,” ujarnya. “Gangguan tersebut mencegah otak secara tepat memahami makanan yang dicerna.”





