Surabaya menawarkan ragam kuliner yang tak kalah lezat dari daerah lainnya. Makanan khas menjadi tujuan utama para pemburu kuliner di Surabaya.
Salah satu pilihan kuliner terbaik adalah makanan kaki lima Surabaya. Makanan gaya ini memiliki tempat tersendiri di hati para pecinta kuliner. Harganya yang ramah di kantong membuat makanan ini banyak digemari orang. Di Surabaya, tersedia beragam makanan kaki lima mulai dari rawon hingga tahu campur.
Beberapa makanan kaki lima Surabaya ini sudah ada sejak jaman dulu dan terkenal hingga sekarang. Dari kaki lima, warung-warung ini mulai berkembang menjadi kedai yang terus dijejali pembeli. Berikut pilihan makanan kaki lima Surabaya yang patut dicoba:
1. Rawon
Salah satu kuliner Surabaya yang tak boleh terlewat adalah rawon. Rawon merupakan makanan dengan warna kuah khasnya yang hitam dari campuran bumbu kluwek. Rawon disajikan bersama nasi, dilengkapi dengan tauge kecil, telur asin, daun bawang, kerupuk udang, dan sambal. Di Surabaya, banyak wisata kaki lima yang menawarkan rawon. Beberapa, sudah ada sejak puluhan tahun dan terkenal hingga saat ini.
Salah satu tempat kaki lima yang menyajikan rawon adalah Rawon Kalkulator yang berada di Sentra PKL Tamam Bungkul, Wonokromo, Surabaya. Tiap harinya warung tenda yang sudah berdiri lebih dari 30 tahun ini tak pernah sepi pengunjung. Rawon Kalkulator sudah terkenal oleh para pecinta kuliner di Surabaya. Disebut kalkulator karena kemampuan kasir yang dapat menghitung harga makanan dengan cepat di luar kepala tanpa menggunakan kalkulator.
Cukup dengan uang Rp 20 ribu rupiah, Anda sudah dapat menikmati satu porsi rawon yang menggugah selera. Rawon Kalkulator buka dari pukul 11 pagi hingga 3 dini hari. Cocok untuk makan siang atau kuliner malam.
2. Lontong balap
Selain rawon, Surabaya terkenal dengan lontong balapnya. Lontong balap terdiri dari irisan lontong taoge, tahu goreng, lentho, bawang goreng, kecap, dan sambal. Makanan ini dihidangkan dengan pasangannya yaitu, beberapa tusuk sate kerang. Penjual lontong balap pada zaman dulu didominasi oleh penjual dari Kampung Kutisari dan Kendangsari yang sekarang menjadi wilayah Surabaya Selatan. Lontong balap kemudian menjadi makanan kaki lima yang masih eksis hingga sekarang.





