Kasus ini mencakup tiga klaster korupsi: suap jabatan, proyek RSUD, dan gratifikasi pribadi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko (SUG) sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi yang melibatkan tiga klaster tindak pidana korupsi sekaligus.
“Total ada empat tersangka yang kami tetapkan dan telah ditahan untuk 20 hari pertama,” ujar Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, dalam konferensi pers, Ahad (9/11).
Tiga Klaster Korupsi
Klaster pertama menyangkut suap pengurusan jabatan Direktur RSUD Dr. Harjono Ponorogo.
Pada awal 2025, Yunus Mahatma (YUM)—yang saat itu menjabat direktur RSUD—mendapat kabar akan diganti oleh Bupati Sugiri. Demi mempertahankan posisinya, Yunus menyerahkan uang secara bertahap melalui beberapa pihak.
“Penerimaan pertama sebesar Rp 400 juta pada Februari 2025, kemudian Rp 325 juta antara April hingga Agustus, dan terakhir Rp 500 juta pada November,” kata Asep.





