Korsel Menilai Kerja Sama dengan Indonesia Makin Cerah di Era Presiden Prabowo Subianto

Narasumber, Penulis, Tokoh CSIS, Rektor Universitas Prasetya Mulya, dan Para Tamu Istimewa Berfoto Bersama Usai Acara, sambil menunjukkan buku Keajaiban Sungai Han: Korea Selatan Mengguncang Dunia. (Foto: Dok. Samudra Fakta/Wijdan).
Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Korea Selatan (Korsel), Park Jin, menyatakan bahwa Korsel berkomitmen menjaga perdamaian dan mengembangkan perekonomian bersama Indonesia dan negara-negara kawasan. Dan dia menilai kerja sama Indonesia-Korsel bakal makin cerah di era pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto.  

Pernyataan Park merupakan salah satu kesimpulan dari kuliah umum bertajuk “Korea’s Role in East Asia Community Building and Indonesia Korea Partnership” yang disampaikannya pada Jumat (18/19/2024).

Kuliah tersebut diselenggarakan oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS) bekerja sama dengan Pusat Studi Asia Timur (Centre for East Asian Studies/CEAS), Universitas Prasetya Mulya, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Republik Korea di di Auditorium CSIS, Pakarti Building Centre, Jl. Tanah Abang III, Jakarta Pusat.

Acara dihadiri Ketua Dewan Penasihat Pusat Studi Asia Timur Universitas Prasetya Mulya Jusuf Wanandi, Rektor Universitas Prasetya Mulya Djisman Simanjuntak, Direktur Eksekutif EAS Rizal Sukma, serta Duta Besar RI untuk Korea Selatan (2021-2023) Gandhi Sulistyanto. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berhalangan hadir dan mengirimkan pesan lewat video.

Bacaan Lainnya
Lima Bidang Kerja Sama

“Korea Selatan berada di garis depan integrasi ekonomi di Asia Timur. Kontribusi kami melalui perjanjian perdagangan, seperti RCEP dan Perjanjian Perdagangan Bebas Korea-ASEAN, merupakan kunci kerja sama regional,” kata Park Jin dalam kuliahnya.

Park Jin menilai jika prospek kemitraan Korsel-Indonesia cerah, terutama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto nantinya.

Menurut Park, setidaknya ada lima bidang yang dieksplorasi untuk kerja sama, yaitu bidang militer, ekonomi dan perdagangan, infrastruktur ibu kota baru Indonesia, perubahan iklim, dan pendidikan.

Dalam bidang pertahanan dan militer, misalnya, Park menekankan jika Korsel dan Indonesia perlu fokus pada produksi senjata bersama dan transfer teknologi—seperti proyek jet tempur KF-21. Sementara untuk bidang perdagangan, elektronik, baja, dan otomotif merupakan sektor potensial untuk pertumbuhan ekonomi kedua negara.

Pos terkait