Korban Banjir Sumatera Tembus 1.006 Jiwa, Pemerintah Perpanjang Tanggap Darurat dan Genjot Pemulihan Infrastruktur

Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban banjir di Takengon, Aceh, Sabtu (13/12). - BPMI Setpres
Infrastruktur Jadi Prioritas Pemulihan

Pemerintah pusat menempatkan pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai prioritas utama karena menjadi kunci distribusi logistik dan pemulihan ekonomi warga.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaporkan hingga 9 Desember 2025 pukul 20.00 WIB, terdapat 72 ruas jalan nasional dan 30 jembatan nasional yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Progres penanganan mencapai 51,14 persen di Aceh, 78,69 persen di Sumatera Utara, dan 76,14 persen di Sumatera Barat.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan percepatan pemulihan konektivitas menjadi perhatian utama pemerintah.

Bacaan Lainnya

“Akses jalan dan jembatan sangat menentukan kelancaran distribusi logistik, evakuasi warga, dan aktivitas ekonomi. Karena itu kami percepat penanganan di seluruh titik terdampak,” kata Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis, Selasa (10/12/2025).

TNI Bangun Jembatan Bailey

Untuk membuka akses darat yang terputus akibat banjir dan longsor, Tentara Nasional Indonesia (TNI) turut mengerahkan alat dan personel. Wakil Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen TNI Osmar Silalahi menyebut TNI telah membangun sembilan jembatan Bailey di sejumlah lokasi kritis.

Presiden Prabowo Subianto mengecek jembatan Bailey korban banjir di Aceh, Ahad (8/12/2025) – BPMI Setpres

“Pembangunan jembatan Bailey sudah dilakukan di beberapa titik, dan sebagian sudah selesai 100 persen. Ini untuk memastikan jalur logistik dan mobilitas warga kembali terhubung,” ujar Osmar Silalahi, Rabu (10/12/2025).

Ancaman Penyakit di Pengungsian

Selain kerusakan fisik, pemerintah juga mewaspadai ancaman penyakit di lokasi pengungsian. Kementerian Kesehatan mencatat meningkatnya risiko penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan demam, terutama di wilayah dengan akses layanan kesehatan yang terganggu.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Mulawarman menegaskan penanganan kesehatan pengungsi menjadi fokus pemerintah.

“Kami memprioritaskan pencegahan penyakit pascabencana, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, penyandang disabilitas, dan pasien penyakit kronis,” kata Aji Mulawarman, Senin (2/12/2025).

Pos terkait