Kisah Mustofa, Jemaah Haji Semarang Rela Jalan Kaki 34 Km Demi Bayar Nazar

Mustofa Ismail, jemaah haji asal Semarang, berjalan kaki dari Asrama Haji Donohudan Boyolali menuju rumahnya sejauh 34 kilometer untuk menunaikan nazar sepulang dari Tanah Suci. - ISTIMEWA

​Ahmad menuturkan bahwa ayahnya memang sudah merencanakan nazar tersebut sejak jauh hari. Bahkan saat hendak berangkat menunaikan ibadah haji, Mustofa juga berjalan kaki sejauh lima hingga tujuh kilometer dari rumah menuju kecamatan.

​”Kita nuruti orang tua, maunya begitu. Intinya sebagai anak ya biar orang tua senang. Kesenangannya begitu ya kita kawal, kita turuti,” ucap Ahmad Muntaha yang terus menjaga ritme laju motornya di belakang sang ayah.

​Kekhawatiran Petugas yang Berakhir Haru

​Niat kuat Mustofa ini sempat membuat petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo merasa khawatir. Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, mengakui pihaknya sempat membujuk Mustofa agar membatasi jarak jalan kakinya.

Bacaan Lainnya

​”Sebenarnya kita sarankan, karena kondisi jemaah itu kan dari sana sudah capek. Kita sarankan nanti sampai kecamatan saja untuk jalan kaki sampai rumah. Tapi kalau jemaahnya bersikukuh karena sudah bernazar, ya tentu kita tidak bisa menghalangi,” kata Fitriyanto.

​Fitriyanto pun memastikan prosedur pelepasan jemaah berjalan sesuai aturan. “Karena di Asrama Haji ini kan tugas kami sudah selesai. Selanjutnya kami serahkan kepada petugas haji daerah dari Kabupaten Semarang, nanti yang akan membawa sampai ke Kabupaten,” tegasnya.

​Setelah menempuh perjalanan panjang yang diselingi banyak waktu istirahat, Mustofa akhirnya tiba di pelataran rumahnya pada pukul 23.15 WIB. Tangis haru keluarga dan kerabat langsung pecah menyambut kehadirannya.

​Camat Suruh, Vega Lazuardi, yang turut memantau kepulangan warganya, merasa sangat bersyukur atas keselamatan Mustofa. “Memang lama karena beliau sudah sepuh, jadi mungkin banyak istirahat selama di jalan. Terpenting semua sehat dan bisa menjalankan ibadah dengan lancar,” ungkap Vega.

​Ia menambahkan bahwa seluruh jemaah asal wilayahnya berhasil kembali dengan selamat. “Kami bersyukur, seluruh jemaah haji Kecamatan Suruh bisa kembali pulang 100 persen dalam keadaan sehat walafiat tanpa kurang satu apa pun. Semoga Allah SWT ridho dengan ibadahnya, dan menjadi haji yang mabrur dan hajjah yang mabruroh.”

Pos terkait