Kiai Zulfa Mustofa Siap Maju Ketum PBNU, Sentil Kader Menteri Jangan Dipaksa Urus NU

KH Zulfa Mustofa dalam acara peluncuran kitab terbarunya berjudul Ithafu Ummati Al Muqtafa. Acara tersebut berlangsung pada Jumat (10/7/2026) malam di Aula Sakinah Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. - Samudrafakta/ Faried Wijdan

​Di sisi lain, Kiai Zulfa mengaku cukup prihatin melihat kondisi organisasi saat ini. Ia menaruh harapan besar agar NU bisa semakin maju secara kelembagaan, mandiri secara ekonomi, dan umat benar-benar merasakan khidmat sosialnya.

​”Khidmat sosial, kesehatan, ekonominya. Kader NU harus terdistribusi dan terlihat maju,” ungkapnya.

​Ia juga menekankan besarnya pengaruh NU dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Parameter keberhasilan itu terlihat ketika pemerintah menerima dan menjadikan pandangan ulama NU sebagai rujukan utama dalam merumuskan kebijakan.

Bacaan Lainnya

​”Dan setiap apa yang disampaikan ulama NU itu menjadi kompas moral bangsa, negara, dan seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Kiai Zulfa.

​Mahakarya Enam Tahun: Ithafu Ummati Al Muqtafa

​Malam itu, Kiai Zulfa tidak sekadar berbicara soal visi keorganisasian. Ia membuktikan kapasitas keilmuannya dengan meluncurkan karya monumental Ithafu Ummati Al Muqtafa. Ia menyusun kitab berbahasa Arab ini selama kurang lebih enam tahun.

​Buku setebal 812 halaman tersebut mengupas tuntas ilmu ushul fiqih, yakni metodologi untuk memahami, menggali, dan menetapkan hukum Islam. Kitab ini sekaligus menjadi kompilasi dan penyempurnaan dari empat karya Kiai Zulfa sebelumnya dalam bidang fatwa, fikih, dan sejarah ulama Nusantara.

​Keempat kitab yang terhimpun di dalam karya besar ini meliputi:

  1. Al-Fatwā wa Mā Lā Yanbaghī lil-Mutafaqqihi Jahluhu — Membahas berbagai persoalan penting yang wajib para penuntut ilmu dan calon mufti ketahui.
  2. Ḍawābiṭ al-Iftā’ — Menguraikan kaidah, prinsip, dan etika dalam mengeluarkan fatwa.
  3. Diqqat al-Qannāṣ — Memuat kajian-kajian kritis terhadap berbagai persoalan fikih kontemporer dan khazanah turats.
  4. ​Tuḥfat al-Qāṣī wa ad-Dānī — Menyajikan biografi lengkap Al-‘Allamah Syaikh Nawawi al-Bantani beserta kontribusi keilmuan dan pengaruhnya.

​Kehadiran kitab ini mempertegas rekam jejak Kiai Zulfa Mustofa sebagai ulama pemikir yang konsisten merawat tradisi keilmuan pesantren. Paduan antara kedalaman ilmu agama dan visi organisasi yang jelas membuat kesiapannya memimpin PBNU layak menjadi pertimbangan serius bagi para pengurus wilayah dan cabang di seluruh Indonesia.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan