Yang menjadi pertaruhan sesungguhnya bukan apakah mesin bisa menulis berita. Yang jadi pertaruhan adalah: siapa yang akan membiayai jurnalis untuk pergi ke lapangan, memverifikasi fakta, dan bertanya hal-hal yang tidak nyaman kepada orang-orang berkuasa?
Karena kalau pertanyaan itu tidak lagi ada jawabannya — barulah jurnalisme benar-benar dalam bahaya.***





